Market Watch

10 Jul 2026

BKDP 103 +33,77%
KONI 2.890 +24,57%
KOKA 172 +22,86%
NTBK 103 +14,44%
MEDS 85 +13,33%
MCAS 180 +13,21%
DATA 2.350 +12,98%
TFAS 206 +11,35%
CSMI 81 +10,96%
BOGA 1.650 +10,00%
NANO 22 +10,00%
LMAX 112 +9,80%
KKES 61 +8,93%
ISEA 77 +8,45%
TAXI 13 +8,33%
CITY 173 +8,13%
VINS 143 +7,52%
ELSA 650 +7,44%
ROCK 1.960 +7,40%
SAGE 30 +7,14%
BIPP 64 +6,67%
ASMI 16 +6,67%
DKHH 65 +6,56%
ARTA 2.640 +6,45%
BKDP 103 +33,77%
KONI 2.890 +24,57%
KOKA 172 +22,86%
NTBK 103 +14,44%
MEDS 85 +13,33%
MCAS 180 +13,21%
DATA 2.350 +12,98%
TFAS 206 +11,35%
CSMI 81 +10,96%
BOGA 1.650 +10,00%
NANO 22 +10,00%
LMAX 112 +9,80%
KKES 61 +8,93%
ISEA 77 +8,45%
TAXI 13 +8,33%
CITY 173 +8,13%
VINS 143 +7,52%
ELSA 650 +7,44%
ROCK 1.960 +7,40%
SAGE 30 +7,14%
BIPP 64 +6,67%
ASMI 16 +6,67%
DKHH 65 +6,56%
ARTA 2.640 +6,45%
Market Hari Ini 22 May 2024 Penulis: Redaksi KabarBursa Editor: Tim Editorial

Banyak Warga Tertarik Investasi Pinjol, TKB AdaKami Tinggi

Banyak Warga Tertarik Investasi Pinjol, TKB AdaKami Tinggi
Banyak Warga Tertarik Investasi Pinjol, TKB AdaKami Tinggi

KABARBURSA.COM - Chief of Public Affairs PT Pembiayaan Digital Indonesia AdaKami, Karissa Sjawaldy, menanggapi data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat masyarakat menjadi lender di industri pinjaman online (pinjol) fintech P2P lending.

Data OJK mengungkapkan bahwa hingga Maret 2024, jumlah rekening pemberi dana aktif mencapai 273.330, melonjak sebesar 91,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Kerja sama kami dengan lender institusi telah membuahkan hasil yang positif, dan kami berharap tren ini terus meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas pendanaan," ujarnya kepada Kabar Bursa, Rabu 22 Mei 2024.

AdaKami sendiri menunjukkan tren yang stabil dan positif. Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB) mereka tetap tinggi, mencerminkan keberhasilan strategi yang diterapkan dalam menjaga kualitas layanan.

"TKB kami mencapai 99,96 persen," jelas Karissa.

Dia pun menjelaskan strategi yang dilayangkan untuk menjaga tren positif tersebut yakni dengan fokus pada peningkatan kualitas penyaluran dana melalui pengetatan proses e-KYC (Know Your Customer) dan edukasi keuangan kepada masyarakat. "Ini penting untuk memastikan bahwa dana yang disalurkan benar-benar digunakan secara bijaksana dan bertanggung jawab," tambah Karissa.

Minat masyarakat untuk menjadi lender di industri pinjaman online (pinjol) fintech P2P lending terus menunjukkan tren positif. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa hingga Maret 2024, jumlah rekening pemberi dana aktif mencapai 273.330, melonjak sebesar 91,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya, Agusman menyarakan bahwa antusiasme masyarakat untuk menjadi lender dalam industri ini masih sangat tinggi. “Jumlah rekening pemberi dana aktif per Maret 2024 tercatat sebanyak 273.330, meningkat 91,52 persen yoy,” jelas Agusman dikutip Rabu, 15 Mei 2024.

Peningkatan minat ini sejalan dengan pertumbuhan outstanding pembiayaan P2P lending yang naik 21,85 persen secara tahunan, mencapai Rp 62,17 triliun per Maret 2024. Namun, tingkat wanprestasi (TWP) 90 atau rasio kredit macet turut mengalami kenaikan 13 basis poin menjadi 2,94 persen dibandingkan Maret 2023.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
RE
KabarBursa.pro Editorial Team

Redaksi KabarBursa

Berita Terkait