Logo
>

BEI Targetkan Peluncuran Produk ETF Emas Rampung Tahun ini

Aset utamanya adalah emas, jadi nasabah bisa melakukan transaksi atau investasi serta beroprasi di jaringan perdagangan emas internasional

Ditulis oleh Desty Luthfiani
BEI Targetkan Peluncuran Produk ETF Emas Rampung Tahun ini
Ilustrasi emas Logam Mulia dari Antam di atas mata uang rupiah pecahan Rp100.000. (Foto: Pexels/Robert Lens)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan peluncuran produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis emas pada tahun 2025 ini. Namun, regulasi yang mengatur produk ini masih menunggu terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait. Kabar ini merupakan angin segar setelah pemerintahan Presiden Prabowo menerbitkan bullion bank atau bank emas pada 26 Februari 2025 kemarin.

    Konsep bullion bank yakni lembaga keuangan yang menyediakan transaksi seputar mas batangan. Aset utamanya adalah emas, jadi nasabah bisa melakukan transaksi atau investasi serta beroprasi di jaringan perdagangan emas internasional yang melibatkan seperti lembaga pasar emas batangan London Bullion Market Association atau LBMA.

    Sementara ETF berbasis emas adalah seputar investasi di pasar modal yang berkaitan dengan emas.

    Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa sejak diterbitkannya POJK Nomor 17 Tahun 2024, regulasi mengenai kegiatan usaha bullion sudah mulai diatur. "Untuk ETF Emas, kami masih menunggu POJK terkait produk ini," ujar Jeffrey dalam keterangan resminya dikutip Selasa, 27 Februari 2025.  

    Meski regulasi masih dalam proses, Jeffrey mengungkapkan bahwa BEI telah melakukan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan. "Kami sudah berdiskusi dengan belasan manajer investasi (MI), Pegadaian, serta Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) untuk mendapatkan fatwa atas produk ini," tutur dia.  

    Mengenai kepastian waktu peluncuran, Jeffrey menegaskan bahwa target BEI adalah merilis ETF emas pada tahun ini. Namun, ia belum bisa memastikan apakah produk ini bisa meluncur pada kuartal tertentu. "Peraturan BEI tentu akan mengikuti setelah POJK terbit," tutur dia.  

    Dengan hadirnya ETF emas, BEI berharap dapat memberikan opsi investasi yang lebih luas bagi investor, terutama dalam menghadapi volatilitas pasar. Keberadaan ETF emas juga sejalan dengan pengembangan ekosistem perdagangan emas yang semakin terintegrasi di Indonesia.

    Sejumlah bank besar sedang mempersiapkan diri untuk memulai bisnis bullion bank. Bullion bank adalah lembaga keuangan yang menawarkan layanan terkait emas dan logam mulia lainnya. Bullion bank tidak hanya menjadi tempat untuk membeli atau menjual emas, tetapi juga menyediakan layanan seperti penyimpanan, perdagangan, peminjaman, hingga penyediaan kontrak derivatif berbasis logam mulia.

    Dilansir dari Kabarbursa.com, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa rencana pembentukan bullion bank ini akan terealisasi pada semester I 2025.

    Untuk memuluskan rencana tersebut sudah ada undang-undang yang dibuat. Bullion Bank merupakan amanat yang tercantum dalam Pasal 130 Undang-Undang No 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

    “Di Indonesia emas ini tidak ada bank yang membuat emas menjadi bagian dari neraca. Oleh karena itu, Bapak Presiden akan meluncurkan bank emas, bullion bank, itu di tanggal 26 nanti,” ujar Airlangga di Hotel Westin, Rabu 19 Feberuari 2025.

    Menurutnya, selama ini industri emas dalam negeri hanya berperan dalam jasa pengolahan atau tolling, sementara bank emas yang berperan menyimpan dan mengelola emas masih berada di luar negeri, seperti Singapura.

    Adanya bank emas di Indonesia, nilai dari emas yang diproduksi dapat tetap berada di dalam negeri dan dikapitalisasi untuk kepentingan ekonomi nasional.

    Produksi 60 Ton Emas per Tahun

    Menurutnya, beberapa negara seperti India dan Amerika telah menjadikan emas sebagai bagian dari neraca perbankan mereka. Oleh karena itu, dengan adanya bullion bank, Indonesia bisa mulai mengkapitalisasi produksi emas nasional yang mencapai 60 ton per tahun.

    “Nah kita berharap ini jumlah yang kita bisa produksi sebanyak 60 ton satu tahun ini bisa terus dikapitalisasi oleh Indonesia,” ujarnya.

    “Kita bisa memproduksi emas 60 ton satu tahun. Bayangkan sejak tahun 1967 kita hanya mengekspor konsentrat tembaga, emas ini dinikmati hanya oleh Spanyol dan Jepang. Sekarang kita bisa kapitalisasi sendiri,” jelas Airlangga.

    Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah telah membangun 22 kawasan ekonomi khusus. Ia mencontohkan bahwa untuk pertama kalinya Indonesia dapat memproduksi emas di Gresik, di mana proses produksi tersebut berasal dari Freeport, dimulai dari kegiatan pertambangan hingga menjadi konsentrat tembaga dengan kapasitas 3 juta di Gresik.

    “Nah kita juga membangun ada 22 kawasan ekonomi khusus. Nah ini salah satu contoh kita untuk pertama kalinya bisa memproduksi emas di Gresik. Jadi produksinya dari Freeport, dari mining kemudian menjadi koper konsentrat di Gresik kapasitasnya 3 juta,” jelasnya.

    Peluncuran bank emas ini juga akan melibatkan dua institusi keuangan utama, yakni PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia. Keberadaan bank emas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai sektor, termasuk masyarakat yang ingin menabung dalam bentuk emas.

    “Ini sangat penting untuk mereka yang ingin pergi haji misalnya, karena mereka mendaftar sekarang, pergi hajinya 5, 6, 7 tahun ke depan. Dengan valuasi daripada emas, maka nilai untuk berangkat haji nanti akan terproteksi,” tambahnya.

    Selain itu, Airlangga menekankan bahwa hilirisasi industri emas ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

    “Nah inilah salah satu mengapa kita mendorong hilirisasi sampai ke sektor jasanya. Berarti kita sudah punya full cycle,” tegasnya. (*)


    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Desty Luthfiani

    Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

    Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

    Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

    Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".