KABARBURSA.COM - Sebagai salah satu emiten perbankan milik BUMN, pesona PT Bank Rakyat Indonesia (IDX: BBRI) memang begitu menarik. Fundamentalnya yang kuat membuat investor pemula tidak ragu-ragu untuk menginvestasikan dananya ke saham perbankan milik pemerintah ini.
Namun banyak investor yang bertanya, berapa sih harga satu lot saham BBRI? Berapa rupiah yang harus dirogoh untuk bisa memiliki 100 lembar saham (1 lot) BBRI?
Kalau kamu sedang mengintip saham perbankan yang kokoh dan punya histori dividen yang menggoda, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) pasti masuk dalam radar. Saham yang satu ini memang langganan jadi incaran investor ritel dan institusi, baik karena fundamentalnya yang kuat, maupun reputasinya sebagai “mesin cuan” jangka panjang.
Per 16 Mei 2025, harga saham BBRI ditutup di level Rp4.250 per lembar, mengalami koreksi tipis sebesar 20 poin atau sekitar -0,47%. Harga ini berada di kisaran menengah dari rentang harian yang tercatat antara Rp4.160 hingga Rp4.330.
Kalau kita tarik mundur lebih jauh, dalam 52 minggu terakhir saham ini sempat menyentuh titik terendah di Rp3.360 dan tertinggi di Rp5.575. Ini menunjukkan bahwa saham BBRI punya volatilitas yang masih sehat, dengan ruang pergerakan yang cukup lebar.
Nah, kalau kamu tertarik untuk membeli saham BBRI, perhitungannya sederhana. Di pasar modal Indonesia, satu lot saham berisi 100 lembar. Maka, untuk memiliki satu lot saham BBRI di harga saat ini (Rp4.250), kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp425.000.
Buat investor pemula, ini tergolong terjangkau, apalagi kalau kamu mengincar dividen rutin dari perusahaan besar dan mapan seperti BRI.
Menariknya, dari sisi imbal hasil dividen atau dividend yield, BBRI menawarkan angka sekitar 8,1%, yang tergolong tinggi untuk kategori perbankan besar.
Dengan dividen per saham senilai Rp343, potensi keuntungan pasif ini menjadi nilai tambah yang patut diperhitungkan, terutama di tengah tren suku bunga tinggi yang membuat banyak investor kembali melirik saham-saham value dan defensif seperti perbankan.
Secara keseluruhan, BBRI tetap menjadi salah satu pilar penting di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan kapitalisasi pasar raksasa mencapai Rp640 triliun, pendapatan tembus Rp132 triliun, serta laba bersih mendekati Rp58 triliun, perusahaan ini menunjukkan performa keuangan yang solid.
Rasio harga terhadap laba (P/E ratio) berada di kisaran 11,1 kali, masih relatif wajar untuk ukuran emiten big cap di sektor finansial.
Jadi, buat kamu yang sedang mempertimbangkan investasi di saham perbankan dengan dividen menarik, risiko moderat, dan fundamental yang kuat, BBRI adalah opsi yang sangat layak dipertimbangkan.
Dengan hanya Rp425.000 untuk satu lot, kamu sudah bisa ikut mencicipi kue keuntungan dari salah satu bank terbesar di Indonesia.
Kapan Waktu Tepat Beli 1 Lot Saham BBRI?
Kalau kamu termasuk investor yang suka mencari timing terbaik untuk masuk ke suatu saham, maka analisis musiman atau seasonality bisa jadi alat bantu yang sangat berguna. Dan dalam kasus saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI), pola musiman ini menyimpan petunjuk menarik tentang kapan biasanya harga saham naik atau justru terkoreksi.
Melihat data historis dari beberapa tahun terakhir, BBRI ternyata punya kecenderungan performa yang berbeda-beda di tiap bulan. Dari semua data yang dihimpun sejak 2021 hingga 2025, bulan Februari dan Maret jadi dua bulan dengan probabilitas kenaikan tertinggi.
Di bulan Februari, peluang harga naik mencapai 80 persen, sementara Maret tidak jauh berbeda dengan tingkat keberhasilan 60 persen. Secara historis, Februari konsisten memberikan return positif seperti pada 2021 (naik 12,68 persen), 2022 (11,79 persen), dan 2024 (7,46 persen).
Maret pun sering jadi panggung kenaikan, termasuk tahun 2025 ini di mana saham BBRI naik 20,54 persen dalam satu bulan saja. Lonjakan ini cukup signifikan dan tidak bisa diabaikan. Bisa jadi karena banyak investor mulai bersiap menjelang pengumuman laporan keuangan tahunan atau ekspektasi pembagian dividen yang mulai berembus.
Sebaliknya, kamu mungkin perlu lebih waspada di bulan April dan Juni. April tercatat beberapa kali jadi bulan yang kurang bersahabat buat BBRI. Tahun lalu, misalnya, BBRI turun -18,35 persen di bulan April, dan pada 2021 juga terkoreksi -7,97 persen.
Secara keseluruhan, April hanya memberi probabilitas naik sebesar 40 persen. Sementara Juni bahkan lebih lemah lagi, dengan probabilitas kenaikan hanya 25 persen, menjadikannya bulan paling rawan dalam kalender musiman saham ini.
Lalu, bagaimana dengan paruh kedua tahun? Ternyata performanya agak campur aduk. Bulan Agustus dan November secara historis sering menjadi titik balik positif, tapi tidak konsisten kuat. Sementara Desember punya kecenderungan positif ringan, seperti pada 2023 (naik 8,53 persen) dan 2022 (meski turun tipis), tetap menyumbang rata-rata tahunan yang lumayan stabil.
Kesimpulannya? Kalau kamu mengincar momen terbaik untuk mulai masuk ke saham BBRI, data menunjukkan bahwa Februari dan Maret adalah dua bulan yang paling menjanjikan secara historis.
Itu bukan berarti bulan lain harus dihindari sepenuhnya, tapi dengan probabilitas naik yang tinggi dan catatan kinerja yang solid, awal tahun tampaknya jadi waktu emas untuk mulai mengoleksi saham bank pelat merah ini.
Jadi, kalau kamu suka strategi “beli di saat prospek naik mulai terbentuk,” Februari dan Maret patut masuk kalender investasimu.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.