KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 8.556,87 atau menguat 18,96 poin setara 0,22 persen pada Senin, 29 Desember 2025. Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,55 persen atau 46,87 poin di level 8.537,91. Pada pekan lalu, tercatat 10 saham dengan performa terbaik dan terburuk.
Saham dengan performa terburuk pada pekan lalu adalah saham PT Citra Siantar Sejahtera Tbk (CSIS). Saham ini terkoreksi 15,1 persen dengan harga terakhir di 376, turun 67 poin dari rata-rata transaksi di level 386. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp24,2 miliar, mencerminkan aktivitas jual yang relatif aktif.
Koreksi tajam juga terjadi pada saham PT Fitta Cipta Pratama Tbk (FITT) yang melemah 15 persen. Harga saham FITT turun 95 poin ke level 540 dari rata-rata 563,5, dengan nilai transaksi sekitar Rp1,8 miliar.
Saham PT Citatah Tbk (CTTH) mencatat penurunan 14,9 persen. Harga terakhir berada di 137, turun 24 poin dari rata-rata 140,1, dengan nilai transaksi mencapai Rp5,7 miliar.
Tekanan juga terlihat pada saham PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) yang melemah 14,9 persen. Harga saham turun 225 poin ke level 1.285 dari rata-rata 1.316, dengan nilai transaksi sekitar Rp849 juta.
Saham PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) terkoreksi 14,9 persen ke level 434, turun 76 poin, dengan nilai transaksi relatif besar yakni Rp44,4 miliar.
Selanjutnya, saham PT Sentra Bumi Investama Tbk (BAIK) turun 14,8 persen ke posisi 132, melemah 23 poin dari rata-rata 171,3, dengan nilai transaksi Rp23,8 miliar.
Saham PT Adhi Mulia Global Tbk (ADMG) melemah 14,7 persen, ditutup di 186 atau turun 32 poin, dengan nilai transaksi Rp3 miliar.
Tekanan lanjutan juga dialami PT Jaya Bersama Indo Tbk (PJHB) yang turun 14,7 persen ke level 302, turun 52 poin, dengan nilai transaksi Rp24,6 miliar.
Saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) terkoreksi 14,6 persen ke level 850, turun 145 poin, dengan nilai transaksi relatif kecil di Rp665,9 juta.
Adapun saham PT Surya Permata Andalan Tbk (SUPA) melengkapi daftar top loser dengan penurunan 14,6 persen. Harga terakhir berada di 1.050, turun 180 poin, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,26 triliun.
Sebaliknya, untuk saham dengan performa terbaik pada pekan lalu ditempati oleh saham saham PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PAMG) menjadi penguat tertinggi sepekan dengan kenaikan 30,3 persen. Harga saham naik 20 poin ke level 86, dari rata-rata 79,4, dengan nilai transaksi Rp36,5 miliar.
Saham PT Net Visi Media Tbk (NETV) mencatat kenaikan 25,6 persen, ditutup di 147, naik 30 poin, dengan nilai transaksi Rp61,4 miliar.
Penguatan signifikan juga terjadi pada saham PT Lerna Indo Resources Tbk (LRNA) yang naik 25 persen ke level 300, melonjak 60 poin dari rata-rata 286,8, dengan nilai transaksi Rp4,7 miliar.
Saham PT Artha Prima Investama Tbk (ATAP) menguat 24,6 persen, bertahan di level 416, dengan nilai transaksi Rp1,3 miliar.
Penguatan lanjutan terlihat pada PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) yang naik 24,5 persen ke level 605, naik 119 poin, dengan nilai transaksi Rp1,5 miliar.
Saham PT Dwi Prima Usaha Makmur Tbk (DPUM) mencatat kenaikan 24,3 persen, ditutup di 276, naik 54 poin, dengan nilai transaksi Rp31,1 miliar.
Sementara itu, saham PT Fireworks Ventures Tbk (FIRE) menguat 19,7 persen ke level 158, naik 26 poin, dengan nilai transaksi cukup besar Rp98,7 miliar.
Saham PT Yule Engineering Tbk (YULE) naik 18,5 persen ke level 3.200, melonjak 500 poin, meski nilai transaksi relatif kecil di Rp317,8 juta.
Penguatan juga terjadi pada PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) yang naik 15,9 persen ke level 153, dengan nilai transaksi Rp45,2 miliar.
Adapun saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) melengkapi daftar top gainer dengan kenaikan 14,9 persen, ditutup di 262, dengan nilai transaksi Rp15,6 miliar.
Kinerja Sektor Sepekan
Pergerakan indeks sektoral sepanjang sepekan menunjukkan penguatan yang relatif merata, dengan sebagian besar sektor ditutup di zona hijau. Penguatan terbesar tercatat pada sektor cyclical yang naik 3,16 persen, mencerminkan minat pasar terhadap saham-saham yang sensitif terhadap siklus ekonomi dan konsumsi.
Sektor basic industry juga mencatat kinerja menonjol dengan kenaikan 3,15 persen. Penguatan sektor ini sejalan dengan pergerakan saham-saham berbasis komoditas dan bahan baku yang mengalami kenaikan harga dalam sepekan terakhir.
Sektor transportasi menguat 2,62 persen, menjadi salah satu penggerak utama indeks. Kenaikan ini menunjukkan aktivitas beli yang cukup konsisten pada saham-saham transportasi dan logistik.
Sektor energi mencatat kenaikan 2,45 persen, memperpanjang tren positif seiring masih kuatnya pergerakan saham-saham energi dalam beberapa sesi terakhir. Penguatan sektor ini turut menopang kinerja indeks secara keseluruhan.
Di luar sektor berbasis komoditas, sektor infrastruktur naik 1,59 persen, sementara sektor industri menguat 1,06 persen. Kedua sektor ini bergerak stabil dengan volatilitas relatif terjaga.
Sektor properti mencatat kenaikan 0,94 persen, menunjukkan pergerakan moderat dibanding sektor lain. Sementara itu, sektor keuangan naik tipis 0,37 persen, diikuti sektor non-cyclical yang menguat 0,35 persen.
Di sisi lain, dua sektor mencatat koreksi sepanjang sepekan. Sektor teknologi melemah 0,71 persen, menjadi sektor dengan kinerja terlemah, diikuti sektor kesehatan yang turun 0,17 persen.(*)