KABARBURSA.COM – PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) menargetkan pertumbuhan kontribusi yang agresif pada 2026 seiring pergeseran strategi bisnis ke produk asuransi jiwa berjangka panjang. Perusahaan membidik kenaikan kontribusi sebesar 20 persen dari realisasi tahun 2025 sebesar Rp295,717 miliar.
Dengan target tersebut, kontribusi JMAS pada 2026 diproyeksikan mendekati Rp360 miliar.
Direktur Utama JMAS Basuki Agus mengatakan target ini disusun dengan mempertimbangkan kualitas pertumbuhan dan hasil underwriting.
“Targetnya naik 20 persen dari realisasi tahun 2025,” kata Basuki Agus dalam Pubex secara daring, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurut manajemen, strategi utama untuk mencapai target tersebut adalah mempertahankan bisnis eksisting yang telah memberikan hasil underwriting positif, sekaligus melakukan perluasan pada segmen ritel dan individu. Kanal ritel dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap proteksi jiwa berbasis syariah.
Di sisi produk, JMAS secara konsisten memperbesar porsi asuransi jiwa berjangka panjang. Produk dengan tenor 10 hingga 11 tahun dinilai memberikan stabilitas kontribusi sekaligus visibilitas pendapatan yang lebih baik, meskipun pengakuan pendapatan dilakukan secara bertahap.
Sebaliknya, untuk asuransi kesehatan, perusahaan memilih pendekatan yang lebih selektif. Produk kesehatan tetap dipertahankan untuk portofolio yang sudah ada, namun ekspansi bisnis baru dilakukan secara terbatas. Langkah ini sejalan dengan upaya pengendalian klaim dan menjaga hasil underwriting.
Strategi tersebut tercermin pada kinerja keuangan 2025. Rasio klaim terhadap kontribusi turun menjadi 55.61 persen dari 86.31 persen, sementara rasio beban usaha terhadap kontribusi membaik menjadi 24.90 persen dari 29.50 persen. Perbaikan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kontribusi diikuti dengan peningkatan kualitas risiko.
Dari sisi permodalan, JMAS memiliki ruang yang cukup untuk menopang ekspansi. RBC perusahaan tercatat sebesar 398.73 persen pada akhir 2025, melonjak dari 194.98 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, RBC dana tabarru’ berada di level 120.00 persen, sesuai dengan ketentuan minimum regulator.
Melalui kombinasi permodalan yang kuat, efisiensi operasional, dan fokus pada produk asuransi jiwa, manajemen optimistis target kontribusi 2026 dapat dicapai tanpa mengorbankan kesehatan keuangan. JMAS menilai pendekatan pertumbuhan yang lebih selektif akan menjadi kunci menjaga keberlanjutan kinerja di tengah dinamika industri asuransi syariah.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.