KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengaktifkan perannya sebagai penjaga ritme pasar. Di tengah volatilitas yang menguat, otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan tujuh emiten, sembari membuka kembali suspensi atas dua saham yang sebelumnya dibekukan.
Tujuh emiten yang dikenai penghentian sementara perdagangan tersebut adalah PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), dan PT Estee Gold Feet Tbk (EURO). Langkah ini diambil setelah saham-saham tersebut mencatat lonjakan harga kumulatif yang dinilai tidak lazim.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa suspensi diberlakukan sebagai bentuk perlindungan investor sekaligus upaya menciptakan efek pendinginan di pasar. Suspensi mulai berlaku pada Selasa 20 Januari 2026 sejak sesi I perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Bursa berharap jeda ini memberi waktu yang cukup bagi pelaku pasar untuk mengevaluasi keputusan investasinya secara lebih rasional, dengan bertumpu pada informasi yang tersedia. Yulianto juga menekankan pentingnya mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan masing-masing perseroan, sebagaimana tertuang dalam pengumuman resmi BEI tertanggal 19 Januari 2026.
Seiring dengan kebijakan pengetatan tersebut, BEI pada saat yang sama melonggarkan rem bagi dua emiten lainnya. Suspensi atas saham PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) resmi dicabut, sehingga keduanya kembali dapat diperdagangkan mulai sesi I Selasa (20/1) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Pencabutan suspensi ini dikonfirmasi melalui pengumuman bursa pada Senin (19/1/2026). Namun, relaksasi tersebut tidak sepenuhnya mengembalikan kondisi seperti sediakala. Saham NSSS dialihkan ke papan pemantauan khusus dan diperdagangkan dengan skema full-call auction (FCA), menyusul masa suspensi yang berlangsung lebih dari satu hari bursa sejak 9 Januari.
Saham emiten perkebunan kelapa sawit ini sebelumnya mencuri perhatian pasar. Pada Kamis (8/1/2026), NSSS melonjak 21,36 persen ke level Rp1.250 per saham. Reli tersebut berlanjut dengan kenaikan kumulatif 31,58 persen sejak awal pekan, bahkan menorehkan lonjakan tajam hingga 131,48 persen dalam tiga bulan terakhir.
Sementara itu, saham POLA telah lebih dulu berada di Papan FCA dengan notasi X. Suspensi singkat selama satu hari pada Senin (19/1/2026) diberlakukan setelah saham ini mencetak auto reject atas (ARA) selama lima sesi berturut-turut sejak 9 Januari. Pada perdagangan Kamis (15/1/2026), POLA ditutup di level Rp101, menguat 9,78 persen. Secara keseluruhan, saham ini membukukan kenaikan 31,17 persen dalam sepekan dan melesat 98,04 persen dalam satu bulan terakhir.
Rangkaian kebijakan ini mencerminkan upaya BEI menjaga keseimbangan antara disiplin pasar dan kelancaran perdagangan, di tengah euforia harga yang kian menguji kewaspadaan investor.(*)