Logo
>

BIPI Uji Rp220, Proyek Energi Bersih dan Valuasi Diskon Jadi Sorotan

Rebound ke Rp216 membawa BIPI menguji resistance Rp220–Rp225, di tengah lonjakan volume dan sorotan proyek waste-to-energy serta mini LNG plant 2026.

Ditulis oleh Yunila Wati
BIPI Uji Rp220, Proyek Energi Bersih dan Valuasi Diskon Jadi Sorotan
Proyek energi bersih yang sedang dijalankan BIPI cukup mendongkrak harga saham secara intraday. (Foto: Astrindo Nusantara Infrastruktur)

KABARBURSA.COM – Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) bergerak signifikan dalam beberapa pekan terakhir setelah mengalami koreksi tajam dari area puncak sebelumnya. Pada grafik harian, harga sempat tercatat di Rp216. Angka ini mencerminkan adanya fase pemulihan yang membawa saham kembali menguji area resistance teknikal penting.

Secara struktur tren menengah, pergerakan harga BIPI masih berada di atas rata-rata pergerakan MA50 dan MA200. Secara teknikal jangka menengah, tren utama belum berubah. Namun dalam jangka pendek, pergerakan masih berada dalam fase recovery setelah koreksi dari area tertinggi sebelumnya yang sempat mendekati kisaran Rp240–Rp250.

Jika melihat dari sisi teknikal, harga saat ini berada di sekitar area Fibonacci 0,786, di kisaran Rp216. Level ini menjadi salah satu titik uji penting, karena sebelumnya menjadi area distribusi setelah reli cepat di awal tahun. 

Area Rp220–Rp225 tercatat sebagai resistance berikutnya yang perlu diperhatikan, mengingat zona tersebut berdekatan dengan puncak minor sebelum koreksi terjadi.

Sementara, indikator RSI harian berada di kisaran 65, mendekati area overbought namun belum memasuki zona ekstrem. Sementara itu, MACD menunjukkan proses perbaikan setelah sebelumnya berada di zona negatif, dengan histogram mulai mengecil dan garis MACD mendekati garis sinyal.

Kondisi ini mencerminkan momentum pemulihan yang masih berlangsung.

Lonjakan Transaksi dan Zona Penting BIPI

Founder Cuan Lovers Community Rita Efendy, dalam risetnya pada Rabu, 18 Februari 2026, melihat ada lonjakan transaksi saat fase kenaikan tajam sebelumnya, kemudian diikuti penyusutan volume saat koreksi, dan kembali meningkat ketika harga bergerak naik menuju Rp216. Di sini, ada aktivitas transaksi yang meningkat saat harga mendekati resistance teknikal.

Secara teknikal, terdapat dua zona yang menjadi perhatian pasar. Pertama, area Rp180–Rp200 yang sebelumnya menjadi titik pantul saat koreksi dan berfungsi sebagai support jangka pendek. Kedua, area Rp220–Rp225 yang menjadi batas atas konsolidasi terbaru. 

Pergerakan di atas area tersebut akan membuka ruang menuju resistance berikutnya di kisaran Rp242 dan Rp260 sesuai proyeksi teknikal lanjutan.

Transisi Model Bisnis: dari Batu Bara ke Infrastruktur Gas

Di sisi fundamental, BIPI berada dalam fase transisi model bisnis. Emiten ini tengah menggeser fokus dari pendapatan berbasis batubara menuju sektor energi bersih dan infrastruktur gas. 

Beberapa proyek yang menjadi perhatian pasar antara lain proyek waste-to-energy dengan nilai investasi sekitar USD300–350 juta yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026, serta pembangunan mini LNG plant di Jawa Timur yang dijadwalkan operasional pada kuartal II 2026.

Proyek waste-to-energy disebut masih berada pada tahap penyelesaian studi kelayakan dan pendanaan. Sementara mini LNG plant di Jawa Timur diarahkan untuk menyasar kebutuhan gas di kawasan industri, dengan target mulai mencatatkan penjualan pada 2026. 

Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari diversifikasi sumber pendapatan di luar batubara.

Dari sisi valuasi, PBV BIPI berada di kisaran 0,66 kali, lebih rendah dibanding rata-rata sektor yang disebut berada di atas 3 kali. Rasio ini mencerminkan perbandingan harga pasar terhadap nilai buku perusahaan saat ini.

Dengan harga di Rp216, struktur pergerakan saham BIPI berada dalam fase uji resistance setelah rebound dari area koreksi. Sentimen jangka pendek dipengaruhi oleh pergerakan teknikal di sekitar Rp220–Rp225, sementara sentimen jangka menengah berkaitan dengan progres proyek energi bersih dan infrastruktur gas yang direncanakan mulai berkontribusi pada 2026.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79