Logo
>

Bitcoin Masih dalam Bias Lemah, Uji Level USD70.000-USD72.000

Tekanan jual dua hari beruntun menahan pergerakan Bitcoin di bawah USD73.000, sementara arus keluar dana institusional dan ketidakpastian global menjaga volatilitas tetap tinggi.

Ditulis oleh Yunila Wati
Bitcoin Masih dalam Bias Lemah, Uji Level USD70.000-USD72.000
Belum ada tanda-tanda rebound bitcoin dalam jangka pendek ini. Foto: AI untuk KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026, pergerakan Bitcoin masih berada dalam fase tekanan lanjutan setelah penurunan tajam dua hari berturut-turut hingga menembus area psikologis USD73.000. 

Berdasarkan data perdagangan intraday, Bitcoin sempat menyentuh level terendah di kisaran USD72.096 sebelum mencoba bertahan di atas USD72.000. Pada saat yang sama, struktur harga harian menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda, meski laju penurunan mulai melambat dibandingkan sesi sebelumnya.

Dari sisi teknikal, grafik harian memperlihatkan pelemahan yang konsisten sejak gagal mempertahankan area konsolidasi di atas USD80.000. Breakdown tersebut membuka ruang koreksi yang lebih dalam hingga mendekati zona support mayor di kisaran USD70.000–USD72.000. 

Area ini menjadi krusial karena berdekatan dengan level pra-pemilu AS sekaligus menjadi basis akumulasi lama sebelum reli besar menuju rekor di atas USD120.000. Volume transaksi yang meningkat di fase penurunan mengindikasikan distribusi masih berlangsung, tetapi juga mulai memperlihatkan tanda selektif buying di level bawah, terutama ketika harga mendekati area USD72.000.

Gerak Harian Diprediksi Melemah

Secara intraday, arah pergerakan Bitcoin hari ini cenderung volatil dengan bias melemah. Selama harga masih tertahan di bawah resistance minor USD73.500–USD74.000, ruang pemulihan diperkirakan terbatas dan lebih bersifat teknikal rebound jangka sangat pendek. 

Jika tekanan berlanjut dan USD72.000 gagal dipertahankan secara konsisten, maka pengujian lanjutan ke area USD70.000 menjadi skenario yang semakin relevan. Sebaliknya, bertahannya harga di atas USD72.000 dengan volume jual yang mulai menyusut, berpotensi membuka ruang pantulan menuju USD74.000–USD75.000. Meski demikian, ruang pantulan ini belum cukup kuat untuk mengubah tren harian yang masih bearish.

Sentimen pelemahan Bitcoin saat ini datang dari kombinasi faktor global dan struktural. Pergeseran investor keluar dari aset berisiko menjadi faktor dominan, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa terkait isu Greenland, serta ketidakpastian ekonomi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS yang baru saja berakhir. 

Situasi ini menahan aliran modal spekulatif dan mendorong pelaku pasar memilih posisi defensif, termasuk memangkas eksposur terhadap kripto.

Tekanan tambahan muncul dari ekspektasi perubahan arah kebijakan moneter AS setelah Presiden Donald Trump mengajukan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve. Pasar menilai potensi perubahan pendekatan kebijakan The Fed dapat memicu pengetatan likuiditas atau setidaknya memperpanjang fase suku bunga tinggi, kondisi yang secara historis kurang bersahabat bagi aset kripto. 

Di saat yang sama, perlambatan agenda regulasi ramah kripto di AS ikut menggerus optimisme jangka menengah pelaku pasar.

Dari sisi institusional, arus keluar dana besar turut memperberat tekanan harga. Laporan analis Deutsche Bank menunjukkan ekspektasi koreksi lanjutan Bitcoin telah mendorong investor institusi menarik dana, sehingga likuiditas menipis. 

Outflow Sepanjang Januari Mencapai Lebih USD3 Miliar

Data arus dana ETF spot Bitcoin memperkuat gambaran tersebut, dengan outflow lebih dari USD3 miliar sepanjang Januari, setelah sebelumnya mencatat sekitar USD2 miliar pada Desember dan USD7 miliar pada November. 

Penarikan dana beruntun ini menandakan bahwa fase deleveraging pasca likuidasi besar Oktober lalu belum sepenuhnya selesai.

Tekanan di pasar kripto juga merembet ke saham-saham terkait. Saham perusahaan treasury Bitcoin seperti Strategy terkoreksi sejalan dengan pelemahan harga aset dasarnya. Sementara, saham penambang kripto seperti Riot Platforms dan MARA Holdings mengalami tekanan lebih dalam akibat sensitivitas tinggi terhadap harga Bitcoin dan kondisi likuiditas.

Sementara itu, peluang rebound Bitcoin ke depan sangat bergantung pada stabilisasi di area USD70.000–USD72.000. Jika zona ini mampu bertahan dan didukung oleh meredanya arus keluar dana institusional, potensi technical rebound terbuka, terutama jika sentimen global sedikit membaik dan pasar kembali mencari aset berisiko. 

Namun selama ketidakpastian geopolitik, kebijakan moneter, dan arus dana ETF masih membayangi, pergerakan Bitcoin cenderung tetap fluktuatif dengan risiko uji ulang support bawah. Dengan kondisi tersebut, perdagangan hari ini lebih mencerminkan fase konsolidasi defensif ketimbang awal pembalikan tren yang solid.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79