KABARBURSA.COM - Pergerakan Bitcoin masih berada dalam daerah rawan. Pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, harga Bitcoin masih terdepresiasi. Bitcoin sedang berada dalam fase pelemahan lanjutan setelah gagal mempertahankan area konsolidasi sebelumnya.
Pada pasar domestik, harga Bitcoin terhadap rupiah tercatat di level Rp1.376.893.746 per BTC, turun 3,01 persen dalam satu hari atau terkoreksi sekitar Rp42,74 juta. Penurunan ini terjadi setelah harga dibuka di area yang relatif lebih tinggi, mendekati Rp1,41 miliar, sebelum tekanan jual masuk cukup agresif sejak dini hari.
Grafik intraday menunjukkan penurunan tajam yang diikuti fase pergerakan mendatar di area bawah, mencerminkan tekanan jual yang kuat namun mulai kehilangan akselerasi setelah penurunan awal.
Tekanan di BTC/IDR sejalan dengan kondisi global. Pada grafik harian Bitcoin secara internasional, harga ditutup di kisaran USD82.073, turun sekitar 3,59 persen dalam satu sesi. Bahkan pada titik terendah harian, Bitcoin sempat menyentuh area USD81.000 sebelum mencoba bertahan.
Struktur candle harian menunjukkan dominasi seller sejak pembukaan, dengan harga bergerak turun secara konsisten tanpa mampu membentuk pantulan berarti hingga mendekati penutupan.
Jika ditarik ke struktur yang lebih besar, pergerakan Bitcoin sejak Oktober hingga awal 2026 menunjukkan pola lower high dan lower low yang semakin jelas. Setelah gagal mempertahankan area di atas USD100.000 pada akhir 2025, Bitcoin terus mengalami tekanan bertahap.
Area konsolidasi di kisaran USD90.000 yang sempat terbentuk pada Desember kini telah ditembus ke bawah, dan harga bergerak mendekati zona support psikologis di USD80.000.
Volume perdagangan pada grafik global mengonfirmasi tekanan tersebut. Lonjakan volume merah muncul bersamaan dengan penurunan harga, menandakan distribusi yang masih berlangsung. Meski tidak terjadi lonjakan volume ekstrem yang menandai capitulation, absennya volume beli yang signifikan menunjukkan bahwa minat akumulasi masih terbatas pada level saat ini.
Pasar terlihat lebih reaktif terhadap tekanan ketimbang agresif membangun posisi baru.
Ethereum Cs Bergerak Lemah
Kondisi ini tercermin pula pada pergerakan altcoin utama. Ethereum, Litecoin, Dogecoin, dan Cardano seluruhnya bergerak melemah, meski dengan persentase yang relatif lebih kecil dibandingkan Bitcoin.
Koreksi yang serempak ini menunjukkan bahwa tekanan bersifat sistemik dan bukan hanya spesifik pada Bitcoin semata, mengindikasikan risk appetite global di pasar kripto masih berada dalam mode defensif.
Dari sisi arah pergerakan hari ini, Bitcoin masih berada dalam fase rawan. Selama harga global belum mampu kembali ke atas area USD85.000–USD87.000, tekanan jangka pendek cenderung tetap mendominasi. Zona USD80.000 kini menjadi area kunci yang diuji pasar.
Bertahannya harga di atas level ini akan menentukan apakah Bitcoin memasuki fase konsolidasi lanjutan atau justru membuka ruang pelemahan berikutnya.
Dalam konteks BTC/IDR, fluktuasi rupiah dan sentimen global berjalan searah. Selama Bitcoin global masih bergerak di bawah tekanan, ruang pemulihan di pasar domestik juga terbatas dan lebih bersifat teknikal.
Pantulan jangka pendek masih mungkin terjadi setelah penurunan tajam, namun secara keseluruhan struktur pergerakan hari ini masih menunjukkan bahwa kendali pasar berada di tangan penjual, dengan pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi kuat sebelum kembali mengambil posisi agresif.(*)