Logo
>

Bitcoin Semakin Jauh dari Level Psikologis, Masih Ada Harapan?

Kapitalisasi kripto turun ke USD2,3 triliun saat Nasdaq melemah, BTC uji support USD65.000 dan sentimen pasar masuk fase extreme fear.

Ditulis oleh Yunila Wati
Bitcoin Semakin Jauh dari Level Psikologis, Masih Ada Harapan?
Bitcoin semakin menjauh dari level psikologisnya, kemungkinan rebound sangat berat. Foto: Unsplash/Kanchanara.

KABARBURSA.COM - Pasar kripto membuka perdagangan Jumat pagi, 13 Februari 2026, dalam tekanan yang cukup nyata. Data CoinMarketCap pukul 06.25 WIB menunjukkan kapitalisasi pasar kripto global turun 1,87 persen ke posisi USD2,3 triliun. 

Penurunan ini terjadi ketika pasar saham teknologi Amerika Serikat kembali melemah, sehingga memicu korelasi negatif yang kian terasa antara Bitcoin dan indeks Nasdaq.

Bitcoin (BTC) terkoreksi 1,36 persen ke level USD66.322 per koin, atau sekitar Rp1,11 miliar dengan asumsi kurs Rp16.815 per dolar AS. Level ini menempatkan BTC semakin menjauh dari area psikologis USD70.000, yang sebelumnya menjadi titik harapan pemulihan. 

Pelemahan tersebut memperlihatkan bahwa reli teknikal yang sempat terbentuk setelah koreksi tajam pekan lalu gagal dipertahankan.

Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Indeks CoinDesk 20, yang merepresentasikan 20 aset kripto terbesar, turun 1,83 persen. Ethereum melemah tipis 0,04 persen ke USD1.945, sementara XRP turun 0,89 persen ke USD0,69 dan Solana terkoreksi lebih dalam 2,7 persen ke USD77. 

Di sisi lain, pergerakan minor positif masih terlihat pada Binance Coin yang naik 0,04 persen ke USD610 serta Dogecoin yang menguat 1,06 persen ke USD0,09, meski penguatan ini belum cukup mengimbangi tekanan pasar secara keseluruhan.

Nasdaq Turun 1,6 Persen

Salah satu yang menyebabkan pelemahan Bitcoin adalah jatuhnya Nasdaq yang didominasi saham teknologi, Nasdaq tercatat turun 1,6 persen. 

Dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin menunjukkan pola pergerakan yang semakin selaras dengan indeks teknologi tersebut. Ketika Nasdaq terkoreksi, Bitcoin cenderung mengikuti arah penurunan. 

Namun saat Nasdaq menguat, Bitcoin tidak selalu mengikuti. Pola asimetris ini memperlihatkan sensitivitas kripto terhadap sentimen risk-off global.

Sentimen pasar turut tercermin dalam indeks Crypto Fear & Greed yang anjlok ke level 5. Angka ini masuk kategori extreme fear dan bahkan lebih rendah dibandingkan periode krisis kripto 2022 maupun gejolak awal pandemi 2020. 

Level tersebut menunjukkan kondisi psikologis pelaku pasar berada dalam tekanan tinggi, dengan kecenderungan investor memilih mengurangi eksposur risiko.

Secara historis, fase extreme fear kerap muncul ketika volatilitas meningkat dan tekanan eksternal membesar. Namun kondisi ini juga mencerminkan pasar yang berada dalam fase defensif, di mana likuiditas menurun dan aksi beli selektif lebih mendominasi dibandingkan akumulasi agresif. 

Dalam konteks saat ini, tekanan dari pasar saham teknologi serta ketidakpastian global menjadi katalis utama yang membentuk arah pergerakan.

Analisis Teknikal Bitcoin

Dari sisi teknikal jangka pendek, kegagalan mempertahankan rebound pasca koreksi pekan lalu mengindikasikan tekanan jual masih dominan. Area USD66.000 kini menjadi support terdekat yang diuji pasar. 

Jika tekanan berlanjut dan level ini ditembus secara konsisten, ruang koreksi dapat terbuka menuju area support berikutnya di kisaran USD64.000–USD65.000, yang sebelumnya menjadi titik konsolidasi.

Dengan kapitalisasi pasar global menyusut dan korelasi lintas aset kembali menguat, perdagangan Bitcoin pagi ini memperlihatkan bahwa sentimen eksternal masih menjadi faktor penentu utama. 

Pasar kripto belum sepenuhnya mampu berdiri independen dari dinamika risk appetite global, sehingga arah Nasdaq dan sentimen makro tetap menjadi variabel penting dalam menentukan kelanjutan pergerakan harga.

Ke Mana Arah Selanjutnya?

Secara teknikal, struktur pergerakan masih membentuk tren turun yang konsisten sejak puncak sebelumnya di atas USD100.000. Rangkaian lower high dan lower low terlihat jelas, menandakan dominasi tekanan jual masih kuat. 

Upaya rebound yang sempat muncul pada awal tahun tidak mampu menembus area resistance menengah di kisaran USD90.000, sehingga harga kembali melanjutkan fase distribusi.

Level USD65.000 kini menjadi area support terdekat yang sedang diuji. Titik low harian di USD65.065 memperlihatkan adanya reaksi beli jangka sangat pendek, namun belum cukup kuat untuk membalikkan struktur tren. 

Jika tekanan berlanjut dan harga menembus solid di bawah USD65.000, maka ruang pelemahan berpotensi terbuka menuju area support berikutnya di kisaran USD60.000, yang sebelumnya menjadi area konsolidasi penting pada fase awal reli.

Di sisi lain, area USD68.000 hingga USD70.000 berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Kegagalan harga bertahan di atas USD68.000 pagi ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan masih dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan pelepasan posisi. 

Selama BTC belum mampu kembali dan bertahan di atas USD70.000 secara harian, tekanan teknikal cenderung tetap dominan.

Dari sisi volume, terlihat peningkatan aktivitas transaksi saat harga mendekati area low. Lonjakan volume pada fase penurunan menandakan distribusi masih berlangsung. 

Volume yang lebih besar pada candle merah dibandingkan fase kenaikan sebelumnya memperkuat indikasi bahwa tekanan jual belum mereda sepenuhnya.

Secara intraday, arah pergerakan hari ini masih ditentukan oleh reaksi pasar terhadap area USD65.000. Jika level tersebut bertahan dan muncul akumulasi yang konsisten, BTC berpotensi bergerak sideways dalam rentang USD65.000–USD68.000. 

Namun apabila support ditembus dengan volume yang meningkat, pergerakan dapat melanjutkan pelemahan menuju level psikologis berikutnya.

Dengan struktur tren harian yang masih bearish dan resistance yang belum berhasil ditembus, pergerakan Bitcoin pada perdagangan hari ini cenderung berada dalam tekanan, dengan volatilitas tetap tinggi seiring sensitivitas pasar terhadap sentimen eksternal dan pergerakan aset berisiko global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79