KABARBURSA.COM – Pada perdagangan pagi hari ini, Jumat, 27 Februari 2026, harga Bitcoin (BTC) anjlok. BTC tercatat berada di level 67.561,06, turun 431,62 poin atau 0,63 persen dibandingkan harga penutupan sebelumnya di 67.992,68.
Harga dibuka di level yang sama dengan penutupan sebelumnya, namun beberapa saat kemudian bergerak fluktuatif dalam rentang yang cukup lebar.
Sepanjang sesi berjalan, BTC sempat menyentuh level tertinggi di 68.866,86 dan terendah di 66.500,92. Dengan demikian, rentang pergerakan intraday mencapai 2.365,94 poin antara level high dan low.
Posisi harga terkini berada lebih dekat ke area tengah bawah dari rentang tersebut, yang artinya tekanan jual muncul setelah sempat menguat di awal sesi.
Dari sisi perubahan harian, koreksi sebesar 431,62 poin menunjukkan kontraksi moderat dibandingkan harga pembukaan. Persentase penurunan sebesar 0,63 persen menempatkan pergerakan pagi ini dalam kategori pelemahan terbatas, tanpa perubahan ekstrem dibanding volatilitas intraday yang tercatat lebih dari 3 persen berdasarkan selisih high dan low terhadap level pembukaan.
Laporan Nvidia
Salah satu yang menyebabkan koreksi Bitcoin hari ini adalah tekanan jual pada saham Nvidia. Tekanan tersebut dipicu oleh aksi realisasi keuntungan di saham sektor teknologi Amerika Serikat, terutama setelah laporan kinerja keuangan Nvidia (NVDA) dirilis.
Nvidia melaporkan laba yang tidak berada di bawah ekspektasi pasar, namun sahamnya tetap mengalami tekanan karena investor memilih melakukan aksi sell the news. Sebelum pengumuman kinerja, NVDA telah mencatat kenaikan signifikan, sehingga ruang apresiasi lanjutan menjadi terbatas dan mendorong pelaku pasar mengamankan keuntungan.
Pergerakan tersebut memicu pelemahan pada sejumlah saham teknologi lain dan berdampak pada sentimen aset berisiko secara lebih luas.
Dalam konteks ini, korelasi antara Bitcoin dan saham sektor teknologi kembali terlihat. Dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan kripto cenderung bergerak searah dengan saham-saham berbasis teknologi dan kecerdasan buatan.
Ketika saham teknologi mengalami tekanan pasca rilis kinerja, Bitcoin juga mencatat pelemahan, mencerminkan pola transmisi sentimen risiko dari pasar ekuitas ke aset digital.
Kebijakan Federal Reserve
Di sisi lain, terdapat sentimen kebijakan yang berasal dari Federal Reserve. Bank sentral Amerika Serikat tersebut mengumumkan usulan peraturan baru untuk memperbaiki akses layanan perbankan bagi perusahaan aset digital.
The Fed membuka masa tanggapan publik selama 60 hari dan menegaskan bahwa bank tidak lagi diperkenankan menggunakan risiko reputasi sebagai satu-satunya dasar untuk menolak layanan kepada industri kripto.
Ke depan, bank diwajibkan mendasarkan keputusan pemberian layanan pada perhitungan risiko finansial yang terukur. Ketentuan ini menempatkan aspek manajemen risiko pada parameter yang lebih kuantitatif dibandingkan pertimbangan subjektif terkait citra atau reputasi.
Kebijakan tersebut muncul di tengah upaya regulator memperjelas kerangka hubungan antara perbankan dan pelaku industri aset digital.
Dengan demikian, koreksi harga Bitcoin pagi ini berlangsung di tengah kombinasi tekanan jangka pendek dari dinamika pasar saham teknologi global serta perkembangan kebijakan moneter yang berkaitan dengan akses industri kripto terhadap sistem perbankan.
Teknikal Bitcoin
Dilihat dari teknikalnya, Bitcoin (BTC) sepanjang hari ini masih bergerak dalam tren menurun yang terbentuk sejak puncak kuartal IV 2025.
Pada perdagangan terbaru, harga tercatat di kisaran 67.616,99 setelah sebelumnya mengalami tekanan jual signifikan hingga membentuk ekor bawah di area sekitar 60.000. Setelah fase penurunan cepat tersebut, pergerakan harga cenderung bergerak mendatar dalam rentang sempit di kisaran 66.000–69.000.
Pola ini menunjukkan fase konsolidasi jangka pendek setelah volatilitas tinggi pada awal Februari.
Dari sisi struktur teknikal harian, area 66.000–67.000 menjadi zona penyangga terdekat yang beberapa kali menahan tekanan intraday. Sementara itu, area 69.000–70.000 berfungsi sebagai batas atas konsolidasi jangka pendek, yang sebelumnya menjadi titik breakdown saat harga turun tajam.
Selama harga bergerak di bawah area tersebut, ruang pemulihan masih terbatas dalam kerangka tren menurun yang lebih besar.
Volume transaksi menunjukkan lonjakan signifikan saat penurunan tajam terjadi, kemudian berangsur menurun ketika harga memasuki fase konsolidasi. Pola ini mengindikasikan bahwa tekanan jual besar telah terjadi sebelumnya, sementara pada fase saat ini aktivitas transaksi relatif lebih stabil dibanding periode penurunan puncak.
Dengan posisi harga yang saat ini berada di tengah rentang konsolidasi, potensi pergerakan hingga akhir sesi perdagangan hari ini berada dalam dua skenario teknikal. Apabila harga bertahan di atas area 66.000, pergerakan cenderung menguji kembali kisaran 68.500 hingga 69.000 sebagai batas atas intraday.
Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat dan harga turun menembus 66.000, ruang pergerakan terbuka menuju area 64.000–65.000 sebagai zona uji berikutnya dalam struktur penurunan jangka pendek.
Secara keseluruhan, hingga akhir sesi perdagangan hari ini, Bitcoin bergerak dalam fase konsolidasi di bawah tren menurun harian, dengan rentang pergerakan terdekat berada di antara area 66.000 sebagai penyangga dan 69.000 sebagai batas atas pemulihan jangka pendek.(*)