Logo
>

Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi Baru, Didongkrak Investor Institusional dan Kebijakan Pro-Kripto Trump

Bitcoin cetak rekor baru di atas USD116.000 usai lonjakan permintaan institusional dan dukungan kebijakan kripto dari Trump.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi Baru, Didongkrak Investor Institusional dan Kebijakan Pro-Kripto Trump
Harga Bitcoin tembus rekor tertinggi USD116.046 dipicu investor institusional dan kebijakan pro-kripto dari Presiden Donald Trump. Gambar dibuat oleh AI untuk KabarBursa.com.

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Bitcoin kembali mengukir rekor tertinggi sepanjang masa pada Jumat, 11 Juli 2025, dini hari WIB didorong oleh lonjakan permintaan dari investor institusional dan kebijakan yang ramah terhadap kripto dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dilansir dari Reuters di Jakarta, Jumat, mata uang kripto terbesar di dunia itu mencetak harga puncak baru di level USD116.046,44, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada hari yang sama di posisi USD113.734,64. Secara tahunan, harga Bitcoin telah naik sekitar 24 persen sejak awal 2025.

Kenaikan ini tak lepas dari arah kebijakan pemerintahan Trump. Pada Maret lalu, ia menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk cadangan strategis mata uang kripto sebagai bagian dari aset nasional. Trump juga menunjuk tokoh-tokoh yang dikenal berpandangan pro-kripto, seperti Paul Atkins di Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), serta David Sacks sebagai koordinator kecerdasan buatan Gedung Putih.

Tak hanya dalam kebijakan, keluarga Trump juga turut merambah langsung ke dunia kripto. Perusahaan milik keluarga, Trump Media & Technology Group, diketahui tengah mengajukan izin peluncuran exchange-traded fund (ETF) yang akan berinvestasi pada berbagai token kripto termasuk Bitcoin.

Sementara itu, Ethereum, kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, ikut terdongkrak dan mencatat kenaikan 3,01 persen ke level USD2.905,24 per pukul 04.30 WIB.

Kenaikan Sebelumnya

Kenaikan harga Bitcoin kali ini melanjutkan tren reli yang sudah terjadi sejak Rabu malam lalu. Saat itu, mata uang kripto terbesar dunia ini mencatat rekor tertinggi di level USD113.734,64, sebelum akhirnya terkoreksi ke USD111.259. Sejak awal 2025.

Analis melihat lonjakan ini didorong oleh dua faktor utama, yakni membaiknya selera risiko investor dan masuknya modal institusi secara agresif ke aset digital. Sejumlah manajer dana besar dan pelaku pasar tradisional mulai melirik Bitcoin sebagai portofolio strategis karena kapitalisasi pasarnya kini telah menembus triliunan dolar.

Dukungan kebijakan dari pemerintahan Presiden Donald Trump juga mempertegas momentum ini. Selain menandatangani perintah eksekutif pembentukan cadangan strategis kripto, Trump menunjuk sejumlah pejabat pro-kripto ke posisi penting.

Pada hari sebelumnya, kenaikan Bitcoin juga ikut mendorong pergerakan aset digital lainnya. Ethereum sempat mencetak level tertinggi bulanan di USD2.794,95 dan terakhir diperdagangkan di kisaran USD2.740,99, naik 5,4 persen dalam sehari. Saham perusahaan terkait kripto pun ikut terkerek. MicroStrategy, yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin terbanyak di kalangan korporasi, naik 4,7 persen, sedangkan Coinbase melonjak 5,4 persen ke level USD373,85.

Sentimen pasar terhadap Bitcoin kini bukan lagi sekadar spekulasi. Bagi banyak investor, Bitcoin mulai dianggap sebagai kelas aset serius yang bisa menjadi lindung nilai di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian pasar global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).