Logo
>

BMRI Terus Tergerus, Buy on Weakness atau Sell?

Saham BMRI turun ke Rp5.050 di tengah dominasi sinyal jual secara teknikal. Riset Semesta Sunrise menempatkan area buy on weakness di Rp5.100–Rp5.050 dengan target Rp5.250–Rp5.400.

Ditulis oleh Yunila Wati
BMRI Terus Tergerus, Buy on Weakness atau Sell?
BMRI terus tergerus. Riset analis merekomendasikan buy on weakness, namun secara teknikal tekanan jual mendominasi. (Foto: Dok Bank Mandiri)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat pagi, 6 Maret 2026. Hingga pukul 09.29 WIB, saham bank pelat merah tersebut diperdagangkan di level Rp5.050 atau turun Rp75 setara 1,46 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Data perdagangan menunjukkan volume transaksi saham BMRI mencapai sekitar 18,99 juta saham pada awal sesi perdagangan. Angka ini masih berada di bawah rata-rata volume transaksi harian yang tercatat sekitar 179,39 juta saham.

Riset Semesta Sunrise menyebutkan saham BMRI berada pada area strategi buy on weakness dengan rentang akumulasi di kisaran Rp5.100 hingga Rp5.050. Dalam strategi tersebut, batas risiko (stop loss) ditempatkan di level Rp5.000, sementara target harga berada di kisaran Rp5.250 hingga Rp5.400.

Dalam catatan riset tersebut, harga BMRI disebut sempat mengalami koreksi sebelum menunjukkan penolakan pada area support. Pola candlestick yang terbentuk tercatat menyerupai bullish engulfing, yang secara teknikal sering dikaitkan dengan potensi pergerakan rebound harga.

Namun indikator teknikal secara keseluruhan masih menunjukkan sinyal yang cenderung melemah. Rangkuman indikator teknikal memperlihatkan komposisi satu indikator memberikan sinyal beli, dua indikator netral, dan tujuh indikator lainnya memberikan sinyal jual.

Dari sisi momentum, indikator Relative Strength Index (RSI) berada pada level 47,64 yang menunjukkan kondisi netral. Posisi ini menempatkan momentum harga berada di tengah tanpa dominasi tekanan beli atau jual yang kuat.

Indikator Stochastic Oscillator berada pada level 44,88 yang memberikan sinyal jual. Sementara indikator Stochastic RSI tercatat di level 10,81 yang berada dalam kategori oversold atau jual berlebih.

Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan nilai positif 26,12 yang memberikan sinyal beli. Namun indikator tren lain seperti Average Directional Index (ADX) berada pada level 37,96 yang tercatat memberikan sinyal jual.

Williams %R berada di posisi -69,30 yang menunjukkan sinyal jual. Sementara indikator Commodity Channel Index (CCI) berada pada level -76,29 yang juga menunjukkan tekanan jual.

Ultimate Oscillator berada pada level 49,38 yang berada pada kondisi netral. Sementara indikator Rate of Change (ROC) menunjukkan nilai -0,98 yang memberikan sinyal jual.

Bull/Bear Power tercatat pada nilai negatif -96,31 yang mencerminkan dominasi tekanan jual dalam struktur pergerakan harga.

Dari sisi volatilitas, indikator Average True Range (ATR) berada pada level 150,35 yang menunjukkan fluktuasi harga relatif terbatas dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Jika dilihat dari indikator rata-rata pergerakan harga, komposisi sinyal juga menunjukkan dominasi tekanan jual. Dari total indikator moving average, lima indikator memberikan sinyal beli dan tujuh indikator memberikan sinyal jual.

Rata-rata pergerakan jangka pendek menunjukkan tekanan terhadap harga saham. Moving Average lima hari berada pada level Rp5.061 untuk rata-rata sederhana dan Rp5.096 untuk rata-rata eksponensial, keduanya memberikan sinyal jual.

Rata-rata 10 hari juga berada di atas harga saat ini dengan posisi sekitar Rp5.185 untuk rata-rata sederhana dan Rp5.117 untuk rata-rata eksponensial, yang juga memberikan sinyal jual.

Begitu pula dengan rata-rata 20 hari tercatat di level Rp5.135 untuk rata-rata sederhana dan Rp5.099 untuk rata-rata eksponensial, keduanya masih menunjukkan sinyal jual.

Namun pada periode yang lebih panjang, indikator rata-rata pergerakan harga menunjukkan sinyal berbeda. Moving Average 50 hari berada di level Rp5.011 dan memberikan sinyal beli.

Sinyal serupa juga terlihat pada Moving Average 100 hari yang berada di kisaran Rp4.853 serta Moving Average 200 hari yang berada di kisaran Rp4.822.

Dari sisi level teknikal, titik pivot klasik menempatkan area keseimbangan harga di kisaran Rp5.083. Level ini menjadi acuan utama pergerakan harga dalam perdagangan jangka pendek.

Untuk area support, level pertama berada di kisaran Rp5.041. Support berikutnya berada di level Rp4.958 dan Rp4.916.

Sementara itu, area resistance pertama berada di kisaran Rp5.166. Level resistance berikutnya berada di kisaran Rp5.208 dan Rp5.291.

Struktur pergerakan tersebut menempatkan harga BMRI saat ini berada sedikit di bawah area pivot utama. Aktivitas perdagangan pada awal sesi menunjukkan harga bergerak di antara area support dan pivot dengan volume transaksi yang masih berada di bawah rata-rata harian.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79