Logo
>

BREN Jaga Margin di Tengah Ekspansi, Panas Bumi Tetap jadi Andalan

Pendapatan BREN tumbuh tipis, namun margin tetap tinggi ditopang efisiensi biaya dan penurunan bunga di tengah ekspansi kapasitas panas bumi.

Ditulis oleh Yunila Wati
BREN Jaga Margin di Tengah Ekspansi, Panas Bumi Tetap jadi Andalan
Pendapatan konsolidasian BREN naik 1,4 persen, didukung energi panas bumi. (Foto: dok Barito Renewables Energy)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Kinerja PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sepanjang 2025 menunjukkan pola pertumbuhan yang bertumpu pada stabilitas operasional dan efisiensi biaya, di tengah ekspansi kapasitas yang terus berjalan pada bisnis panas bumi.

BREN mencatatkan pendapatan konsolidasian sebesar USD605 juta pada 2025, meningkat tipis 1,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berjalan relatif moderat, mencerminkan karakter bisnis energi yang cenderung stabil, dengan kontribusi utama tetap berasal dari produksi listrik panas bumi.

Di balik pertumbuhan pendapatan yang terbatas tersebut, perbaikan kinerja lebih terlihat pada sisi profitabilitas. EBITDA tercatat sebesar USD518 juta dengan margin mencapai 85,6 persen, menunjukkan tingkat efisiensi operasional yang tinggi dalam pengelolaan aset pembangkit.

Laba bersih setelah pajak mencapai USD165 juta atau meningkat 6,5 persen secara tahunan. Kenaikan ini terbentuk dari kombinasi kinerja operasional yang stabil dan penurunan beban bunga, seiring inisiatif optimalisasi struktur utang yang dilakukan perusahaan.

Struktur ini memperlihatkan bahwa penguatan laba tidak semata bergantung pada ekspansi pendapatan, melainkan juga berasal dari pengelolaan biaya dan efisiensi pendanaan. Penurunan biaya bunga menjadi salah satu komponen yang langsung memperkuat bottom line dalam periode berjalan.

Proyek Retrofit Salak 

Di sisi operasional, aktivitas pengembangan kapasitas terus berlanjut. Penyelesaian proyek retrofit Salak pada kuartal III 2025 menambah kapasitas sebesar 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal. Bersama kontribusi Unit Binary Salak, total kapasitas terpasang bruto pembangkit panas bumi mencapai 910 MW pada akhir 2025, meningkat sekitar 24 MW dibandingkan tahun sebelumnya.

Pergerakan ini menunjukkan adanya pertumbuhan bertahap dalam kapasitas produksi, yang berjalan seiring dengan strategi ekspansi jangka panjang perusahaan. Aktivitas eksplorasi juga menjadi bagian dari penguatan portofolio, dengan penyelesaian dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding yang mengonfirmasi potensi sumber daya sebesar 55 hingga 60 MW.

Memasuki 2026, pengembangan kapasitas masih berlanjut. Proyek retrofit Wayang Windu telah diselesaikan pada kuartal pertama, sementara pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun. Dengan tambahan ini, kapasitas panas bumi BREN diperkirakan akan melampaui 1 gigawatt.

Dalam keseluruhan kinerja, BREN menunjukkan kombinasi antara stabilitas pendapatan, margin yang tinggi, serta ekspansi kapasitas yang berjalan bertahap. Struktur ini menempatkan panas bumi sebagai tulang punggung operasional, dengan kontribusi yang terus mendominasi terhadap kinerja perusahaan.

Di tengah kondisi tersebut, pergerakan kinerja BREN sepanjang 2025 terbentuk dari keseimbangan antara operasi yang stabil dan ekspansi yang berkelanjutan, dengan pengelolaan biaya dan struktur pendanaan menjadi faktor yang turut membentuk profil profitabilitas perusahaan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79