Logo
>

Emiten Teknologi MSTI Bagi 70 Persen Laba untuk Dividen

MSTI membagikan dividen tunai Rp383 miliar dari laba 2025, dengan payout ratio hampir 70 persen dan yield mendekati dua digit.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Emiten Teknologi MSTI Bagi 70 Persen Laba untuk Dividen
PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp383 miliar

KABARBURSA.COM – PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp383 miliar atau sekitar 69,75 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan pembagian dividen ini berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 25 Mei 2026.

RUPST emiten yang bergerak di sektor teknologi itu menyepakati pembagian dividen sebesar Rp122 per saham dari laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp549,08 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp16 per saham telah dibayarkan sebagai dividen interim pada Desember 2025, sehingga sisa dividen sebesar Rp106 per saham akan dibayarkan pada 25 Juni 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada 9 Juni 2026. 

Keputusan ini membuat payout ratio MSTI mendekati 70 persen, jauh di atas rata-rata banyak emiten teknologi yang umumnya lebih memilih menahan laba untuk kebutuhan ekspansi bisnis.

Melansir dari keterbukaan informasi publik, Corporate Secretary sekaligus Direktur MSTI, Jeo Halim, menyampaikan bahwa perseroan tetap menyisakan sebagian laba sebagai saldo laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan perusahaan. 

Pembagian dividen jumbo tersebut terjadi ketika kondisi fundamental MSTI masih terjaga. Berdasarkan data kinerja perusahaan, laba bersih MSTI sepanjang 2025 mencapai Rp549 miliar.

Pada kuartal I 2026, perseroan masih membukukan laba bersih sekitar Rp107 miliar, meski sedikit lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp115 miliar.

Di sisi valuasi, MSTI saat ini diperdagangkan pada price earnings ratio (PER) sekitar 7,9 kali dengan dividend yield mendekati 10 persen. Angka tersebut menempatkan MSTI sebagai salah satu emiten teknologi dengan tingkat pengembalian dividen tertinggi di Bursa Efek Indonesia.

Tidak hanya itu, kondisi neraca perusahaan juga relatif konservatif. Rasio debt to equity (DER) tercatat hanya sekitar 0,01 kali, sementara current ratio berada di level 3,59 kali. Kondisi tersebut menunjukkan ruang likuiditas yang cukup kuat untuk menopang operasional maupun kebutuhan investasi.

Sinyal Kepercayaan Manajemen

Di kalangan investor, keputusan perusahaan membagikan sebagian besar laba umumnya dibaca sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis ke depan.

Sebab, perusahaan yang menghadapi tekanan likuiditas biasanya cenderung menahan laba untuk memperkuat kas. Sebaliknya, MSTI memilih mengembalikan sebagian besar keuntungan kepada pemegang saham sambil tetap menyisakan laba ditahan untuk memperkuat modal kerja. 

Dalam RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui penggunaan sisa laba sebagai saldo laba ditahan serta memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk melakukan peningkatan modal apabila terdapat pelaksanaan hak opsi dalam program Management and Employee Stock Option Program (MESOP). 

Langkah tersebut menunjukkan bahwa di satu sisi perseroan tetap menjaga fleksibilitas pendanaan untuk pertumbuhan bisnis, namun di sisi lain tetap mempertahankan komitmen memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp4,3 triliun dan dividend yield mendekati dua digit, keputusan MSTI membagikan hampir 70 persen laba sebagai dividen menjadi salah satu aksi korporasi yang cukup mencuri perhatian di sektor teknologi tahun ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.