KABARBURSA.COM - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) kembali menjadi sorotan setelah mendapat rekomendasi positif dari BB Verdhana.
Dalam riset yang dirilis 11 Juli 2025, menginisiasi peliputan saham BRMS dengan rating “Buy” dan target harga ambisius di level Rp600 per saham.
Di balik optimisme ini, tersimpan keyakinan kuat terhadap potensi pertumbuhan kinerja BRMS yang ditopang proyek tambang emas dan tembaga yang belum tergarap secara penuh.
BRMS dinilai sebagai salah satu pemain junior paling menjanjikan di sektor tambang emas dan tembaga Indonesia. Perusahaan ini memiliki sejumlah proyek tambang dengan kualitas cadangan yang tergolong tinggi, terutama dari sisi kadar emas (gold grade) yang disebut-sebut sebagai yang tertinggi di antara rekan-rekan sekelasnya.
Hal ini penting karena kadar emas yang tinggi biasanya berbanding lurus dengan efisiensi biaya produksi dan marjin keuntungan.
Riset BB Verdhana memperkirakan kinerja BRMS akan melesat dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan percepatan ekspansi di lapangan. Produksi emas diproyeksikan tumbuh rata-rata sekitar 32 persen per tahun dalam periode 2025 hingga 2028.
Di sisi lain, laba bersih diperkirakan meningkat signifikan dengan pertumbuhan rata-rata 57 persen per tahun dalam periode yang sama. Peningkatan ini tidak lepas dari rencana perusahaan untuk mengoperasikan pabrik pemrosesan baru dan mengembangkan sejumlah proyek tambang yang selama ini belum maksimal digarap.
Secara valuasi, BB Verdhana menilai BRMS punya ruang rerating yang cukup besar, khususnya jika harga emas global bisa bertahan di level tinggi. Pasar diyakini belum sepenuhnya mencerminkan potensi proyek-proyek tambang BRMS yang masih dalam tahap pengembangan.
Riset tersebut menggunakan pendekatan penilaian Sum-of-the-Parts (SOTP) dengan dua komponen utama, pendekatan DCF (diskonto arus kas) dengan asumsi WACC sebesar 10 persen untuk proyek ekspansi yang tengah berjalan, serta valuasi aset berdasarkan estimasi cadangan sumber daya untuk proyek yang belum dikembangkan.
Untuk dua proyek emas BRMS, yaitu SHS dan LMR, valuasi aset diasumsikan sebesar USD320 per ons. Sementara proyek tembaga Gorontalo Minerals (GM) dinilai menggunakan parameter USD700 per ton.
Kombinasi dari nilai proyek aktif dan potensi proyek masa depan inilah yang menopang target harga Rp600 per saham.
Meski begitu, BB Verdhana juga memberi catatan penting soal sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor.
Di antaranya adalah potensi volatilitas harga emas yang tinggi, dinamika regulasi di sektor pertambangan, serta kemampuan manajemen dalam mengeksekusi proyek sesuai jadwal dan anggaran.
Namun secara umum, rekomendasi “Buy” dari BB Verdhana merefleksikan kepercayaan pasar bahwa BRMS berada di jalur yang tepat. Dengan portofolio tambang yang kuat, potensi ekspansi yang terukur, dan prospek harga emas yang relatif solid, BRMS dinilai punya daya tarik tersendiri di tengah ramainya sektor tambang di bursa.
Jika semua rencana berjalan sesuai ekspektasi, bukan tak mungkin BRMS menjadi salah satu penopang utama pergerakan saham sektor logam di tahun-tahun mendatang.(*)