KABARBURSA.COM - BCA Sekuritas resmi mengawali peliputan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan rekomendasi Buy dan target harga Rp750 per saham. Rekomendasi ini bukan tanpa alasan, karena basis utamanya terletak pada proyeksi harga emas yang diperkirakan akan terus menanjak.
Tahun ini, harga emas diprediksi rata-rata mencapai USD3.350 per troy ounce, naik ke USD4.000 pada 2026, dan stabil di kisaran USD4.200 mulai 2027. Sentimen bullish ini didukung oleh suplai yang terbatas, risiko geopolitik yang masih tinggi, prospek penurunan suku bunga, serta pembelian masif emas oleh bank sentral dan ETF global.
Dengan 100 persen pendapatan BRMS berasal dari emas dan perak, emiten ini dinilai sebagai salah satu proksi terbaik untuk menunggangi tren emas jangka panjang.
Dari sisi fundamental jangka menengah hingga panjang, BCA Sekuritas menilai BRMS memiliki ruang ekspansi yang masif. Pada 2029, perseroan diproyeksikan mampu meningkatkan penjualan emas hingga 3,9 kali lipat menjadi 276,6 ribu ons, dengan pertumbuhan pendapatan 4,8 kali ke USD1,2 miliar.
EBITDA diproyeksikan melonjak 6,2 kali ke USD711,7 juta, dan laba bersih menembus USD497,8 juta, atau tumbuh 6,6 kali lipat dari kinerja saat ini. Lonjakan kinerja ini ditopang oleh dua faktor penting, yaitu transisi ke tambang bawah tanah yang menghadirkan kadar emas lebih tinggi, serta lingkungan harga emas yang diperkirakan tetap kuat hingga akhir dekade.
Jika menengok perdagangan terbaru, saham BRMS ditutup menguat tajam di sesi pertama ke level Rp545, naik 6,86 persen dengan volume transaksi mencapai 6,87 juta lot senilai Rp364,4 miliar. Kenaikan ini mempertegas tren positif yang sudah terbentuk dalam beberapa pekan terakhir, sejalan dengan meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berbasis komoditas emas.
Secara teknikal, rangkuman indikator mengonfirmasi status “Sangat Beli.” Moving Average, dari jangka pendek hingga panjang (MA5–MA200), seluruhnya mengarah positif. RSI berada di level 65, menunjukkan tren menguat tetapi belum masuk area jenuh beli ekstrem.
MACD juga berada di zona bullish, sementara ADX di atas 40 menandakan kekuatan tren sangat solid. Meski Stochastic RSI dan Williams %R mengindikasikan kondisi overbought, hal ini wajar setelah reli kuat, sehingga potensi konsolidasi sehat bisa terjadi sebelum harga melanjutkan kenaikan.
Keseluruhan data yang tersaji menegaskan bahwa BRMS saat ini memang menarik untuk dikoleksi. Kombinasi dari proyeksi fundamental yang kuat, dukungan harga emas global, serta teknikal yang masih solid menjadikan saham ini kandidat unggulan di sektor emas.
Bagi investor jangka pendek, momentum teknikal membuka peluang menuju target terdekat di Rp600–635, sedangkan target jangka menengah yang ditetapkan BCA Sekuritas di Rp750, mencerminkan potensi kenaikan lebih dari 50 persen.
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Pertama, valuasi BRMS dalam proyeksi jangka pendek masih relatif tinggi, dengan rasio P/E dan EV/EBITDA 2026 masing-masing 56,1x dan 35,4x.
Kedua, ketergantungan penuh pada emas membuat kinerja sangat sensitif terhadap volatilitas harga emas dunia. Jika harga emas berbalik arah akibat perubahan kebijakan moneter global atau faktor geopolitik mereda, prospek BRMS bisa ikut tertekan.
Ketiga, transisi ke tambang bawah tanah membutuhkan eksekusi yang presisi, baik dari sisi teknis maupun finansial.
Dengan kata lain, BRMS memang layak dikoleksi, terutama oleh investor yang percaya pada tren bullish emas jangka panjang. Namun, untuk memperoleh keuntungan maksimal, investor perlu bersiap menghadapi volatilitas harga jangka pendek, disiplin mengelola risiko, dan memantau realisasi ekspansi perseroan agar sejalan dengan proyeksi optimistis yang sudah digariskan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.