Logo
>

Bursa Asia Menghijau, Euforia Global Menjalar ke Kawasan

Sebagian bursa regional turut kembali beroperasi usai jeda Tahun Baru Imlek

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Bursa Asia Menghijau, Euforia Global Menjalar ke Kawasan
Ilustrasi Bursa Asia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bursa saham Asia membuka perdagangan Kamis 19 Februari 2026 dengan akselerasi positif. Sentimen risk-on menjalar dari pusat keuangan global. Penguatan indeks acuan di Eropa dan Wall Street menjadi katalis yang memantik optimisme sejak bel pembukaan.

Di Seoul, perdagangan kembali bergulir dengan dentum rekor. Indeks utama Korea Selatan melesat, mengikuti reli Wall Street yang solid. Saham-saham berkapitalisasi jumbo menjadi lokomotif penguatan: Samsung Electronics melonjak 4,14 persen, sementara SK Hynix terapresiasi 1,48 persen. Arus beli tampak dominan, mencerminkan kepercayaan investor terhadap sektor teknologi. Seperti dinukil reuters di Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.

Sebagian bursa regional turut kembali beroperasi usai jeda Tahun Baru Imlek. Namun, pasar Hong Kong dan China daratan masih terkatup, memperpanjang masa libur perayaan. Likuiditas kawasan pun bergerak selektif, dengan fokus pada bursa yang telah aktif.

Di Australia, indeks ASX 200 tancap gas sejak awal sesi. Indeks sempat menguat 1,1 persen dan berlanjut menanjak 1,09 persen atau 98,10 poin ke level 9.105,10 pada pukul 8:15 WIB. Momentum terjaga. Pelaku pasar merespons kombinasi sentimen global dan ekspektasi domestik yang kondusif.

Korea Selatan mencatat reli paling impresif. Kospi dibuka melompat 2,76 persen dan langsung mencetak rekor tertinggi baru. Tak berhenti di sana, indeks itu berlanjut melonjak 2,83 persen ke posisi 5.662,91. Indeks Kosdaq ikut terangkat 0,59 persen, menandakan penguatan yang relatif merata.

Di Tokyo, Nikkei 225 bergerak stabil di jalur hijau. Setelah dibuka naik 0,52 persen, indeks menguat 0,88 persen atau 504,61 poin ke 57.648,45. Topix pun terapresiasi 0,39 persen. Kenaikan ini mencerminkan respons positif terhadap sentimen eksternal, meski pelaku pasar tetap mencermati dinamika nilai tukar dan kebijakan domestik.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpotensi melanjutkan reli. Sehari sebelumnya, indeks ditutup menguat 1,19 persen ke level 8.310,22. Optimisme juga tercermin dari pergerakan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) di New York Stock Exchange yang naik 0,45 persen ke USD17,87—indikasi minat investor global terhadap aset Indonesia masih terjaga.

Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa ruang kenaikan IHSG kian terbatas secara teknikal. Rentang pergerakan diperkirakan berada di antara level support 8.250 dan resistance 8.350. Artinya, volatilitas tetap mungkin terjadi. Pasar bergerak maju, tetapi dengan kewaspadaan yang terukur.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.