Logo
>

Calon Bank Syariah Baru Beraset Besar Pesaing BBSI

Ditulis oleh KabarBursa.com
Calon Bank Syariah Baru Beraset Besar Pesaing BBSI

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Dalam waktu dekat, akan lahir bank syariah baru yang menjadi pesaing bagi Bank Syariah Indonesia (BSI). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa melalui proses konsolidasi, mereka akan mendorong terbentuknya bank syariah dengan aset besar.

    Salah satu rencana konsolidasi yang sedang dibahas adalah merger antara Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah dan Bank Muamalat. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memulai diskusi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Menteri Agama terkait kerja sama ini.

    Jika merger BTN Syariah dan Bank Muamalat terwujud, bank syariah baru yang terbentuk tersebut diproyeksikan memiliki total aset sebesar Rp114,6 triliun pada tahun 2023.

    Perbandingan ini menunjukkan bahwa bank syariah baru tersebut akan menjadi pesaing serius bagi Bank Syariah Indonesia, yang pada tahun yang sama memiliki aset sebesar Rp353,62 triliun.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa melalui proses konsolidasi, OJK akan mendorong terjadinya penggabungan bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) untuk membentuk bank syariah dengan aset yang besar. "Dalam waktu yang tidak lama, dua atau tiga bank paling tidak akan beraset mendekati BSI, bahkan melampaui BSI," ujarnya dalam Konferensi Pers PTIJK 2024, Selasa 20 Februari 2024.

    Dalam Konferensi Pers PTIJK 2024, Rae mengatakan bahwa tidak lama lagi, setidaknya dua atau tiga bank syariah diharapkan akan memiliki aset yang mendekati atau bahkan melampaui BRIS. Untuk mendukung pengembangan perbankan syariah, OJK telah meluncurkan roadmap perbankan syariah yang mencakup pembentukan Komite Perkembangan Syariah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pemberdayaan Perbankan Syariah.

    Salah satu rencana konsolidasi yang sedang dibahas adalah merger antara Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah dan Bank Muamalat. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memulai diskusi terkait kerja sama ini, dengan harapan bahwa merger tersebut akan membawa bank yang terbentuk masuk ke dalam jajaran 10 bank syariah terbesar di dunia.

    Sementara itu, sektor perbankan di Indonesia saat ini menunjukkan ketahanan yang baik. Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 11,83 persen pada tahun 2023, dengan total kredit mencapai Rp7.090 triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) juga relatif tinggi, mencapai 27,65 persen, yang salah satunya tertinggi di dunia.

    Di samping itu, OJK terus berupaya meningkatkan pengawasan di sektor keuangan, termasuk dalam hal penanganan kejahatan ekonomi seperti fraud. Mereka juga merilis taksonomi keuangan berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan keuangan yang berkelanjutan dan berupaya mengurangi risiko keuangan.

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    KabarBursa.com

    Redaksi