Logo
>

CDIA Berencana Buyback Saham, Siapkan Dana Rp1 Triliun

Manajemen CDIA menyatakan buyback saham ditujukan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, meningkatkan kinerja saham sesuai dengan kondisi fundamental Perseroan

Ditulis oleh Hutama Prayoga
CDIA Berencana Buyback Saham, Siapkan Dana Rp1 Triliun
Fasilitas milik Chandra Asri Pacific atau TPIA. (Foto: Dok. Chandra Asri)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) telah menyiapkan dana hingga Rp1 triliun untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham. Aksi korporasi ini akan dilakukan dalam periode 6 Februari hingga 5 Mei 2026.

    Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, manajemen CDIA menyatakan buyback saham ditujukan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, meningkatkan kinerja saham sesuai dengan kondisi fundamental Perseroan, dan menjaga kepercayaan publik.

    "Dana pembelian kembali saham berasal dari kas internal Perseroan secara bertahap, termasuk biaya transaksi pembelian kembali saham, dan komisi broker, serta biaya lain," tulis manajemen.

    Manajemen CDIA menegaskah jumlah maksimum saham yang dapat dibeli kembali tetap memperhatikan keyentuan free float sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Manajemen mengkalim aksi buyback saham ini tidak akan mengakibatkan penurunan pendapatan Perseroan
    dan tidak ada dampak yang signifikan atas pembiayaan Perseroan.

    "Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan transaksi Pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan," tulis manajemen.

    Adapun, CDIA mencatat kinerja solid pada kuartal III 2025. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih CDIA  mencapai USD83,5 juta, didukung oleh operasional yang tangguh dan pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan.  Liquidity pool CDIA tercatat sebesar USD705,4 juta, diperkuat oleh pinjaman baru dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk meningkatkan kapasitas berinvestasi dan tumbuh secara berkelanjutan.

    Selama periode tersebut, CDI Group memperkuat basis permodalannya melalui berbagai inisiatif pendanaan terdiversifikasi, termasuk fasilitas pinjaman senilai Rp2 triliun dari BTN, dilengkapi dengan fasilitas eksisting dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon), tambahan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, serta dana hasil IPO pada Juli 2025.

    Sementara itu, CDIA telah membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp167 miliar dengan nilai Rp1,34 per saham yang dibayarkan pada 29 Januari 2026.

    "Berdasarkan Keputusan Edaran sebagai Pengganti dari Rapat Direksi Perseroan dan keputusan edaran sebagai pengganti dari Rapat Dewan Komisaris  Perseroan, yang keduanya tertanggal 29 Desember  2025, Perseroan memutuskan untuk melakukan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Selasa, 30 Desember 2025.

    Manajemen CDIA menyampaikan jika pembayaran dividen interim tersebut berasal dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025. (*)
     

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Hutama Prayoga

    Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

    Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.