KABARBURSA.COM – Pergerakan bursa Asia hari ini ditopang arus masuk dana ke pasar berkembang dan sentimen positif pada saham teknologi, mendorong penguatan di sejumlah indeks utama kawasan.
Nikkei 225, Kospi, Hang Seng, dan SSE Composite kompak bergerak di zona hijau seiring meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.
Di Tokyo, Nikkei 225 ditutup di 54.720,66, menguat 2.065,48 poin atau 3,92 persen dibanding sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong aksi beli di saham teknologi dan eksportir Jepang seiring membaiknya sentimen pasar global.
Optimisme tersebut juga sejalan dengan meningkatnya aliran dana ke pasar saham negara berkembang.
“Dana saham pasar negara berkembang pada pekan lalu mencatat salah satu arus masuk mingguan terbesar dalam sejarah, sehingga total arus dana masuk sejak awal tahun melampaui 39 miliar dolar AS,” kata Varun Laijawalla, kepala portofolio indeks ekuitas pasar negara berkembang di Ninety One, dikutip dari Reuters, 2 Februari 2026.
Arus dana tersebut turut menopang pergerakan saham Asia, termasuk Jepang dan Korea Selatan.
Di Korea Selatan, Kospi melonjak lebih tajam, naik 338,41 poin atau 6,84 persen menjadi 5.288,08, mencerminkan minat beli kuat pada saham teknologi dan manufaktur yang selama ini menjadi penggerak utama indeks. Investor memanfaatkan momentum pemulihan sentimen risiko global setelah volatilitas pasar sebelumnya mereda.
Di Hong Kong, Hang Seng naik lebih terbatas sebesar 59,20 poin atau 0,22 persen ke 26.834,77, menandakan pasar tetap bergerak positif meskipun investor masih cenderung selektif.
Sementara itu di Tiongkok daratan, SSE Composite menguat 51,99 poin atau 1,29 persen ke posisi 4.067,74, mengikuti sentimen regional yang membaik.
Momentum penguatan ini juga terlihat dalam laporan pasar internasional yang menyebut indeks Asia kembali menarik minat beli setelah periode tekanan sebelumnya.
Dalam laporan Reuters Selasa, 3 Februari 2026 disebutkan bahwa Nikkei dan Kospi rebound di sesi perdagangan Asia, mencerminkan minat beli oleh investor setelah volatilitas sebelumnya mereda.
Penguatan bursa Asia hari ini menunjukkan investor kembali masuk ke pasar saham kawasan seiring membaiknya selera risiko, meski pelaku pasar tetap memantau perkembangan global menjelang penyesuaian kebijakan moneter di berbagai negara besar.(*)