Logo
>

Dana Asing Mulai Masuk, Pasar Modal Indonesia Kembali Bergairah?

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan arus dana asing masuk ke pasar modal Indonesia sekitar Rp600 miliar

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Dana Asing Mulai Masuk, Pasar Modal Indonesia Kembali Bergairah?
Aktivitas di papan pantau saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: KabarBursa.com/Desty

KABARBURSA.COM - Pemerintah menyebut pasar modal Indonesia mulai bergairah setelah arus dana asing kembali masuk. Hal ini ditandai dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Selasa, 3 Februari 2026.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan arus dana asing masuk ke pasar modal Indonesia sekitar Rp600 miliar pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026.

"Jadi dua minggu terakhir net outflow, tapi kemarin net inflow. Dan pagi ini (IHSG) masuk di jalur hijau,"  ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Meski diklaim adanya arus dana asing, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah sebesar 4,88 persen ke level 7.922.

Pada hari ini, indeks dibuka koreksi 37.00 persen ke level 7.885. Namun menjelang penutup sesi I, IHSG terpantau menguat ke level 8.049.

Airlangga menyampaikan jika pemerintah menyiapkan sejumlah langkah struktural untuk memperkuat pasar modal Indonesia, mulai dari peningkatan likuiditas saham hingga pengetatan aturan keterbukaan kepemilikan.

Salah satu fokus utama kebijakan tersebut adalah peningkatan free float atau likuiditas saham. Airlangga menyebut, ambang batas likuiditas yang selama ini berada di kisaran 7,5–10 persen akan dinaikkan hingga 15 persen.

Selain likuiditas, pemerintah juga mendorong penguatan aspek transparansi kepemilikan saham.

"Kemudian juga disclosure daripada others yang sebelumnya 5 persen, kini turun menjadi 1 persen," terangnya.

Menurut Airlangga, secara infrastruktur kebijakan tersebut relatif mudah diterapkan karena sistem di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sudah terdigitalisasi. Data kepemilikan sebenarnya telah tersedia, sehingga yang diperlukan hanyalah kelanjutan dan konsistensi dalam proses pengungkapan informasi.

Di sisi permintaan, pemerintah juga membuka ruang lebih besar bagi investor institusional domestik, khususnya dana pensiun  untuk berinvestasi di saham yang memiliki fundamental bagus.

"Termasuk BPJS. Dan ini tentu saham yang fundamentalnya kuat antara lain di LQ45," ungkapnya. (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.