KABARBURSA.COM - Direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Jimmy Tandyo tercatat melakukan penjualan saham AKRA. Hal ini mengakibatkan penurunan kepemilikan di emiten bidang infrastruktur logistik ini.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jimmy sebelumnya memiliki 46,25 juta saham AKRA. Namun setelah penjualan, jumlah kepemilikannya berkurang menjadi 46 juta saham.
Penurunan kepemilikan tersebut terjadi setelah Jimmy melakukan serangkaian transaksi penjualan secara tidak langsung pada 31 Maret 2026. Dalam rincian laporan, terdapat tiga transaksi dengan total saham yang dilepas mencapai 250 ribu lembar.
Adapun masing-masing transaksi dilakukan pada harga yang relatif berdekatan, yakni di level Rp1.405 per saham (90.700 lembar), Rp1.415 per saham untuk (59.300 lembar) , serta Rp1.410 per saham untuk (100.000 lembar saham) . Seluruh transaksi tersebut diklasifikasikan sebagai divestasi.
Berbicara pergerakan harga saham, AKRA menunjukkan tren yang relatif solid dalam jangka menengah hingga panjang, meskipun masih dibayangi tekanan.
Berdasarkan data performa harga yang dikutip dari Stockbit, Minggu, 5 April 2026, saham AKRA mengalami pelemahan sebesar 0,37 persen.
Meski demikian, tren positif terlihat jelas dalam rentang waktu yang lebih panjang. Dalam satu bulan terakhir, saham AKRA melonjak 10,66 persen, sementara dalam tiga bulan naik 5,47 persen.
Penguatan semakin signifikan dalam enam bulan yang mencapai 18,94 persen. Secara year-to-date (YTD), saham ini telah menguat 7,14 persen, sementara dalam satu tahun terakhir mencatat lonjakan hingga 23,29 persen.
Namun, jika ditarik lebih panjang, performa saham AKRA menunjukkan dinamika yang lebih beragam. Dalam tiga tahun, saham ini masih terkoreksi 13,74 persen, dan dalam 10 tahun turun tipis 3,57 persen.
Di sisi lain, dalam lima tahun, AKRA justru mencatat lonjakan signifikan sebesar 110,28 persen. Sedangkan dalam periode satu tahun, saham AKRA bergerak di kisaran Rp890 hingga Rp1.460 per saham. (*)