Logo
>

Dividen AUTO Naik, Yield 8 Persen Lebih, Cair 15 Mei 2026?

RUPST setujui Rp1,1 triliun dividen di tengah rekor laba 2025, saat saham AUTO bergerak di area konsolidasi dan diuji respons pasar.

Ditulis oleh Yunila Wati
Dividen AUTO Naik, Yield 8 Persen Lebih, Cair 15 Mei 2026?
Astra Otoparts menaikkan jumlah dividen yang akan dibagikan pada 15 Mei mendatang. (Foto: dok AUTO)

KABARBURSA.COM - Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menempatkan pembagian dividen sebagai salah satu titik utama yang langsung tercermin dari kinerja 2025. 

Total dividen yang disetujui mencapai Rp1,1 triliun atau Rp229 per saham, meningkat 20,5 persen dibandingkan alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp915,75 miliar. 

Nilai tersebut sudah mencakup dividen interim Rp59 per saham yang telah dibayarkan pada Oktober 2025. Dengan begitu, sisa dividen final sebesar Rp170 per saham atau Rp819,35 miliar dijadwalkan cair pada 15 Mei 2026.

Struktur pembagian ini membentuk tingkat imbal hasil yang relatif tinggi. Dengan mengacu pada harga penutupan Rp2.720 per saham pada 17 April 2026, dividend yield AUTO berada di kisaran 8,42 persen. 

Angka ini menempatkan AUTO dalam kelompok saham dengan distribusi dividen yang signifikan di tengah kondisi pasar yang masih sensitif terhadap suku bunga dan arus dana global.

Kinerja Keuangan Pecah Rekor

Alokasi dividen tersebut berjalan searah dengan capaian kinerja keuangan sepanjang 2025 yang menunjukkan ekspansi moderat namun konsisten. Pendapatan tercatat Rp19,91 triliun, tumbuh 4,4 persen dari Rp19,07 triliun pada 2024. 

Laba bersih meningkat lebih tinggi, naik 8,4 persen menjadi Rp2,21 triliun dari Rp2,03 triliun. Kenaikan ini sekaligus menjadi level tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Pertumbuhan ini juga tercermin pada struktur neraca. Total aset meningkat 7,5 persen menjadi Rp22,62 triliun, sementara ekuitas tumbuh 8,8 persen menjadi Rp16,96 triliun. 

Pergerakan tersebut menunjukkan penguatan posisi keuangan yang menopang operasional dan ekspansi, termasuk pengembangan produk dan penetrasi pasar.

Jika ditarik ke level operasional, dua segmen utama menunjukkan kontribusi yang relatif seimbang. Segmen manufaktur membukukan pendapatan Rp10,57 triliun, naik 4,2 persen, didorong oleh kontribusi model kendaraan baru dari pelanggan OEM serta kinerja ekspor. 

Di sisi lain, segmen perdagangan mencatat Rp9,34 triliun atau tumbuh 4,5 persen, dengan penopang utama berasal dari penguatan pasar domestik, ekspansi jaringan ritel, dan peluncuran produk baru.

Ekspansi jaringan menjadi salah satu faktor yang memperluas basis pendapatan. Hingga akhir 2025, AUTO mengoperasikan 654 gerai ritel, meningkat dari 603 gerai pada tahun sebelumnya, serta didukung distribusi melalui 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang menjangkau sekitar 15.000 toko suku cadang. 

Arah Pengembangan Bisnis

Pada saat yang sama, pengembangan platform digital Astra Otoshop memperluas akses ke segmen business to business dan business to consumer.

Di tengah perubahan struktur industri, arah pengembangan bisnis juga bergerak ke elektrifikasi. AUTO mengembangkan komponen kendaraan xEV seperti auxiliary battery, hybrid damper, hingga battery case, serta memperluas infrastruktur pengisian daya melalui Astra Otopower yang telah mencapai 65 unit di 57 lokasi. 

Selain itu, diversifikasi ke sektor non-otomotif seperti alat kesehatan dan komponen alat berat menjadi bagian dari perluasan sumber pendapatan.

Dari sisi pasar, pergerakan saham AUTO pada penutupan terakhir berada di level Rp2.720 atau turun 0,37 persen, dengan indikasi tekanan jual dalam jangka pendek. 

Rentang transaksi yang disebutkan berada pada area buy on weakness di 2.630–2.720, dengan target harga pada 2.790 dan 2.920, serta batas risiko di bawah 2.540. Posisi harga tersebut menunjukkan area konsolidasi yang masih berada di sekitar level distribusi dan akumulasi jangka pendek.

Kombinasi antara pembagian dividen yang meningkat, pertumbuhan laba yang berlanjut, serta ekspansi operasional yang berjalan di dua segmen utama membentuk dasar pergerakan saham AUTO saat ini. 

Di sisi lain, respons pasar dalam jangka pendek tetap dipengaruhi oleh tekanan jual dan dinamika teknikal yang masih berlangsung, seiring investor menimbang antara daya tarik yield dan pergerakan harga di pasar sekunder.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79