Logo
>

DMAS Kantongi Marketing Sales Rp1,6 Triliun pada 2025

Penjualan lahan industri mendominasi prapenjualan 2025, dengan sektor data center menyumbang sekitar 60 persen.

Ditulis oleh Syahrianto
DMAS Kantongi Marketing Sales Rp1,6 Triliun pada 2025
Penjualan lahan industri menjadi penyumbang utama atas pencapaian prapenjualan dari pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas itu. (Foto: Dok. Deltamas)

KABARBURSA.COM – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) meraih prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp1,6 triliun pada tahun 2025, sekitar 88 persen dari target tahun 2025 sebesar Rp1,81 triliun.

Penjualan lahan industri menjadi penyumbang utama atas pencapaian prapenjualan dari pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas itu. 

“Perseroan menjual sekitar 46 hektar lahan industri di tahun 2025,” kata Tondy Suwanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, dikutip Rabu, 11 Februari 2026.

“Sektor industri Data Center menjadi kontributor terbesar yaitu sekitar 60 persen dari penjualan lahan industri kami di tahun 2025, di samping sektor FMCG, F&B dan sektor lainnya,” tambahnya.

Selain penjualan pada sektor industri, prapenjualan Perseroan pada tahun 2025 ini didukung pula oleh penjualan sektor komersial serta penjualan pada sektor hunian yaitu berupa rumah tapak.

Seiring dengan situasi global pada tahun 2025, khususnya ketidakpastian ekonomi dunia, suhu geopolitik yang masih tinggi, dan kebijakan tarif resiprokal internasional, serta kejadian luar biasa di Indonesia pada pertengahan tahun 2025 ini cukup berdampak pada minat investasi dari investor asing.

Namun demikian, DMAS tetap mengupayakan layanan terbaik bagi konsumennya. Pada tahun 2025 telah beroperasi Security, Fire, and Command Center sebagai bentuk inovasi di bidang keamanan digital. Beroperasinya Water Treatment Plant (WTP) Recycle yang dikelola secara mandiri sebagai dukungan terhadap program Zero Run Off Water Discharge. Untuk mendukung program Zero Waste, perseroan mengoperasikan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

Perseroan berkomitmen untuk tetap mengembangkan kawasan industri, hunian, dan komersialnya untuk mewujudkan misi jangka panjang DMAS dalam mengembangkan Kota Deltamas sebagai sebuah kawasan terpadu modern dan ramah lingkungan dan sebagai pusat regional di timur Jakarta, serta untuk terus meningkatkan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan.

Sebagaimana diketahui, DMAS adalah pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas, yang berlokasi di Cikarang Pusat, dengan luas area pengembangan mencapai sekitar 3.200 hektar. 

Kota Deltamas merupakan kawasan bernilai tinggi di timur Jakarta dengan lokasi yang strategis, cadangan lahan yang luas, akses tol langsung, serta fasilitas dan infrastruktur yang sangat memadai.

Pemegang saham mayoritas dan pengendali dari PT Puradelta Lestari Tbk adalah PT Sumber Arusmulia (57,28 persen), yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land, pengembang terkemuka di Indonesia, dan Sojitz Corporation (25,00 persen), perusahaan general trading dari Jepang dengan jaringan di lebih dari 50 negara di dunia. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.