Logo
>

Dolar AS Turun, Pasar Global Tenang Setelah Gejolak Greenland

Di tengah gejolak ini, Amerika Serikat merilis data inflasi Personal Consumption Expenditures

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Dolar AS Turun, Pasar Global Tenang Setelah Gejolak Greenland
Ilustrasi Mata Uang Amerika Serikat. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Dolar Amerika Serikat, yang biasanya menjadi benteng safe-haven, mengalami tekanan pada Kamis, sementara mata uang berisiko seperti euro dan poundsterling justru menguat. Lonjakan optimisme ini muncul setelah Presiden Donald Trump menarik ancaman tarif dan menegaskan bahwa Amerika tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland. Pernyataan tersebut berhasil meredakan kegelisahan pasar global yang sempat memuncak.

Greenback sempat menguat terhadap euro pada Rabu menyusul komentar Trump mengenai Greenland, setelah sebelumnya merosot hampir satu persen pada periode Senin hingga Selasa, menurut laporan Reuters di New York, Kamis 22 Januari atau Jumat 23 Januari 2026 pagi WIB. Namun pada perdagangan Kamis, dolar kembali melemah 0,49 persen ke level USD1,1744 per euro, setelah rebound 0,35 persen pada sesi sebelumnya. Terhadap franc Swiss, dolar turun 0,69 persen menjadi 0,7899.

Di tengah gejolak ini, Amerika Serikat merilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator utama yang dipantau Federal Reserve. Data menunjukkan belanja konsumen AS tetap solid sepanjang Oktober dan November, menandakan ekonomi berada di jalur pertumbuhan kuat untuk kuartal ketiga berturut-turut. Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan melaporkan belanja konsumen—yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi—naik 0,5 persen pada November, sama dengan Oktober. Angka ini sesuai dengan perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Dolar Australia justru mencatat penguatan signifikan, melonjak ke level tertinggi dalam 15 bulan, didorong data penurunan tak terduga pada tingkat pengangguran. Sementara itu, yen tetap tertekan setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyerukan pemilu cepat dan menjanjikan langkah-langkah pelonggaran fiskal.

Sebelumnya, ancaman Trump untuk mengenakan tarif terhadap sekutu yang menentang ambisinya di Greenland sempat mengguncang pasar dan memicu aksi jual luas terhadap aset Amerika. Namun analis menilai arus keluar besar dari dolar belum terlihat. “Argumen bahwa investor Eropa menjual aset AS secara besar-besaran sangat sulit dipertahankan,” kata Kepala Strategi Pasar BNY, Bob Savage. “Ini bukan soal ‘menjual Amerika’, melainkan manajemen risiko. Kami hanya melihat aktivitas lindung nilai meningkat karena volatilitas naik setelah berada di level rendah pada akhir tahun lalu.”

Hingga kini, rincian kerangka kesepakatan terkait Greenland belum jelas. Savage menilai, kemungkinan besar gejolak pasar hanya sementara. Gelombang euforia berikutnya diprediksi berlalu setelah periode volatilitas singkat, dan pasar akan kembali fokus pada kebijakan bank sentral serta perbedaan suku bunga.

Aussie Perkasa
Dolar Australia terakhir melonjak 1,15 persen menjadi USD0,684, menyentuh posisi terkuat sejak Oktober 2024, berpotensi mencatat kenaikan harian keempat berturut-turut. Kinerja ini menonjol, meski aset berisiko sempat berada di bawah tekanan sepanjang pekan ini. “Kekuatan dolar Australia dan Selandia Baru menjadi contoh bahwa spekulasi terhadap pergerakan suku bunga jangka pendek masih sangat tinggi,” kata Jane Foley, analis Rabobank.

Di Asia, yen turun 0,07 persen menjadi 158,42 per dolar AS, mendekati posisi terlemah dalam 18 bulan di 159,45 yang dicapai pekan lalu. Analis memperkirakan Bank of Japan akan bersikap lebih hawkish dalam pertemuan kebijakan pada Jumat, untuk menstabilkan yen yang kini diperdagangkan mendekati kisaran 159–160 per dolar AS, level yang kerap dipandang sebagai zona intervensi.

Sementara itu, obligasi pemerintah Jepang bertenor sangat panjang melanjutkan penguatan pada Kamis, seiring ekspektasi bahwa Kementerian Keuangan dapat mengambil langkah menahan kenaikan imbal hasil lebih lanjut.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.