Logo
>

Ekonom: Tekanan Rupiah Bukan Sekadar Masalah Moneter

Ekonom Permata Bank menilai pelemahan rupiah dipengaruhi capital outflow, ketidakpastian global, dan persepsi investor terhadap ekonomi RI.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Ekonom: Tekanan Rupiah Bukan Sekadar Masalah Moneter
Ilustrasi tekanan terhadap rupiah. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai bukan semata-mata disebabkan faktor moneter. Ekonom menilai, pelemahan rupiah saat ini juga dipengaruhi persepsi investor terhadap kondisi perekonomian nasional secara keseluruhan di tengah tingginya ketidakpastian global.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan pelemahan rupiah sejak awal tahun masih dipengaruhi derasnya aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik.

“Dari awal tahun sampai dengan awal Mei ini, rupiah terus mengalami pelemahan dan ini juga dipengaruhi oleh aliran modal asing keluar,” ujar Josua, Selasa, 13 Mei 2026.

Ia menjelaskan, dinamika pasar global saat ini masih bergerak sangat dipengaruhi perubahan ekspektasi suku bunga global serta risiko geopolitik, khususnya perang di Timur Tengah.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pergerakan pasar saham, obligasi, komoditas hingga nilai tukar menjadi sangat fluktuatif. “Volatilitas ini bukan pengecualian, melainkan bagian dari lingkungan normal yang baru,” katanya.

Josua menilai, ketidakpastian global masih akan berlangsung dalam jangka menengah karena arah konflik geopolitik dunia belum dapat diprediksi.

Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia dinilai telah melakukan berbagai langkah stabilisasi rupiah melalui sejumlah instrumen moneter, termasuk SRBI dan SVBI untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing dan menarik likuiditas dolar AS.

Selain itu, langkah stabilisasi yang dilakukan melalui kebijakan moneter juga disebut cukup membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.

Namun demikian, Josua menegaskan tekanan yang terjadi di pasar domestik saat ini tidak sepenuhnya berasal dari faktor moneter.

Menurut dia, terdapat faktor lain yang turut memengaruhi persepsi investor terhadap Indonesia. “Pasar keuangan domestik kita bukan semata-mata karena permasalahan moneter, tapi kita bisa melihat permasalahan dari perekonomian kita secara keseluruhan yang mungkin harus dijawab oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menyinggung sejumlah isu yang telah muncul sebelum konflik Timur Tengah memanas, termasuk perhatian investor terhadap MSCI serta berbagai sorotan dari lembaga internasional terhadap kondisi domestik Indonesia.

Karena itu, Josua menilai, tekanan terhadap rupiah perlu dilihat secara lebih objektif dan tidak hanya dikaitkan dengan kebijakan moneter semata.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.