KABARBURSA.COM - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terpantau bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan Rabu 13 Mei 2026.
Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang cukup menekan pasar modal dalam negeri setelah pengumuman hasil review berkala dari lembaga indeks internasional Morgan Stanley Capital International atau MSCI.
Berdasarkan data perdagangan pagi ini IHSG sempat menyentuh level 6.760,74 atau mengalami penurunan sebesar 1,43 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Tekanan jual terlihat cukup masif yang ditandai dengan aksi jual bersih atau net foreign sell oleh investor asing yang mencapai 799,25 miliar rupiah di pasar reguler.
Aktivitas investor domestik masih mendominasi perdagangan dengan porsi 68,04 persen sementara kontribusi investor asing berada di angka 31,96 persen.
Latar belakang pelemahan IHSG kali ini tidak lepas dari pengumuman Semi Annual Index Review MSCI bulan Mei 2026 yang dirilis pada 13 Mei 2026 di Geneva.
MSCI memutuskan untuk tidak menambah satu pun saham baru asal Indonesia ke dalam MSCI Global Standard Index, sekaligus mengeluarkan enam saham besar atau big caps dari indeks tersebut.
Keenam perusahaan yang terdepak adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di sektor mineral, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di sektor energi hijau, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di sektor kimia, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebagai holding energi, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di sektor batubara, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) di sektor ritel.
Kabar ini langsung memukul barisan saham di zona merah atau top losers pagi ini. saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin pelemahan dengan anjlok 12,67 persen ke level 4.410.
Diikuti oleh PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) di sektor properti yang turun 10,47 persen ke level 171, dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) dari sektor infrastruktur telekomunikasi yang merosot 10,46 persen menjadi 6.850.
Selain itu, saham PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) terkoreksi 9,84 persen dan PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) di sektor finansial melemah 9,09 persen.
Meskipun pasar sedang tertekan, beberapa saham tetap mencatatkan performa gemilang dan masuk dalam jajaran top gainers. Saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) yang bergerak di sektor energi memimpin kenaikan sebesar 24,56 persen ke level 284.
Diikuti oleh PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) dari sektor transportasi yang melonjak 24,54 persen ke posisi 2.030. Selain itu, saham PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) di sektor properti naik 23,15 persen, PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) menguat 18,67 persen, dan PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) ikut naik 10,83 persen.
Secara sektoral, pelemahan didominasi oleh sektor barang baku atau basic industry yang merosot 3,43 persen dan sektor infrastruktur yang jatuh 2,57 persen.
Kondisi ini mempertegas status freeze atau pembekuan klasifikasi Indonesia oleh MSCI yang memicu potensi arus modal keluar atau outflow sebesar 3,4 miliar dolar Amerika Serikat menurut riset Verdhana Sekuritas.
MNC Sekuritas melalui laporan Gelombang Lingkup Harian mencatat bahwa koreksi IHSG kemarin sebesar 0,68 persen menandakan dominasi tekanan jual. Dalam skenario terburuk, IHSG diprediksi masih bisa melemah ke rentang 6.644 hingga 6.727 dengan titik dukungan terdekat di level 6.745. (*)