KABARBURSA.COM – Emiten properti PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk dengan kode saham RISE mempercepat ekspansi bisnis pada 2026 dengan meluncurkan sejumlah proyek baru sekaligus memperkuat struktur manajemen. Strategi ini dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri properti nasional.
Perseroan yang dikenal melalui pengembangan proyek-proyek Tanrise ini memiliki portofolio yang mencakup residensial, kawasan industri, hingga proyek mixed-use. Pada 2026, perusahaan menyiapkan beberapa proyek baru yang tidak hanya berorientasi pada penjualan unit, tetapi juga memperkuat aset komersial guna meningkatkan kontribusi pendapatan berulang atau recurring income.
Presiden Direktur PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk, Budi Agusti, mengatakan strategi tersebut bertujuan menciptakan struktur bisnis yang lebih seimbang antara proyek residensial dan aset komersial.
“Perseroan terus mengembangkan portofolio bisnis yang lebih seimbang antara proyek residensial dan aset komersial. Strategi ini kami lakukan untuk memperkuat struktur pendapatan Perseroan melalui peningkatan kontribusi recurring income, sehingga kinerja Perseroan dapat menjadi lebih resilien dan berkelanjutan. Kehadiran Vasa Suites Hotel menjadi salah satu langkah strategis kami untuk memperkuat struktur pendapatan Perseroan ke depan,” ujar Budi dalam keterangan resmi dikutip Rabu, 11 Maret 2026.
Salah satu proyek yang akan segera beroperasi adalah Vasa Suites Hotel di Surabaya yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir kuartal pertama 2026. Menurut dia, kehadiran proyek hospitality ini diharapkan dapat memperluas lini bisnis Perseroan sekaligus menjadi sumber pendapatan baru yang lebih stabil.
Selain proyek hotel tersebut, Perseroan juga tengah mempersiapkan peluncuran klaster hunian terbaru di kawasan Taman Dayu, Pandaan, Jawa Timur. Kawasan ini dikenal sebagai destinasi hunian sekaligus wisata yang berkembang pesat di wilayah Jawa Timur.
“Pengembangan klaster baru di Taman Dayu merupakan bagian dari strategi kami untuk terus meningkatkan value kawasan sekaligus memperluas pilihan hunian berkualitas bagi masyarakat. Kami melihat kawasan Pandaan memiliki potensi pertumbuhan yang kuat, baik dari sisi hunian maupun komersial,” kata Budi.
Sejalan dengan percepatan ekspansi tersebut, Perseroan juga memperkuat struktur manajemen guna memastikan implementasi strategi bisnis berjalan lebih optimal. Dalam langkah ini, perusahaan menunjuk Samuel Bunjamin sebagai Direktur yang membawahi fungsi Proyek dan Teknik.
Selain itu, Herman Bunjamin dipercaya sebagai Direktur yang menangani lini bisnis komersial khususnya hotel, sementara Merry Lantani ditunjuk sebagai Direktur yang bertanggung jawab atas bisnis properti yang mencakup penjualan, pemasaran dan operasional.
Ketiganya memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri properti dan telah terlibat dalam pengembangan sejumlah proyek besar di Indonesia. Saat ini mereka telah bergabung dalam jajaran manajemen Perseroan dan akan diusulkan secara resmi sebagai anggota Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham mendatang.
Budi menegaskan kombinasi antara pengembangan proyek baru dan penguatan tim manajemen diyakini dapat menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
“Kami meyakini bahwa kombinasi antara pengembangan proyek-proyek baru serta penguatan tim manajemen akan menjadi fondasi yang solid dalam menjaga momentum pertumbuhan Perseroan di tengah dinamika industri properti. Dengan strategi tersebut, Perseroan optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham sekaligus memperkuat posisi RISE sebagai pengembang properti yang aktif bertumbuh dan semakin kompetitif di Indonesia,” ujarnya.
Sebagai informasi, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk merupakan pengembang properti terintegrasi yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur dan telah beroperasi sejak 2003. Perseroan mengembangkan berbagai proyek unggulan seperti Kyo Apartemen Surabaya, kawasan Taman Dayu, Tritan Point Warehouse, Grand Sunrise, Voza Tower hingga Vasa Suites Surabaya. Perusahaan juga menyiapkan sejumlah proyek strategis baru seperti Tanrise City Lingkar Timur Sidoarjo, Tanrise City Bandung dan Tanrise Industrial Estate Banjarbaru.
Di pasar saham, pergerakan saham RISE dalam satu bulan terakhir tercatat mengalami tekanan. Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga saham RISE berada di level Rp2.360 per saham atau turun 1.390 poin setara 37,07 persen dalam periode satu bulan terakhir. Dari sisi struktur kepemilikan, saham Perseroan mayoritas dimiliki oleh PT Tancorp Global Sentosa dengan porsi sekitar 80,3 persen, sementara sekitar 19,7 persen dimiliki oleh publik. Jumlah pemegang saham juga menunjukkan peningkatan, dari 471 investor pada September 2025 menjadi 4.796 investor per 27 Februari 2026, mencerminkan meningkatnya partisipasi investor di saham RISE meski pergerakan harga dalam jangka pendek mengalami koreksi.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.