Logo
>

Ekspansi Solomed Property: Serok Saham ALII 0,66 Persen

Ditulis oleh Yunila Wati
Ekspansi Solomed Property: Serok Saham ALII 0,66 Persen

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - PT Solomed Property, yang merupakan pemegang saham tidak langsung PT Ancara Logistics Indonesia Tbk. (ALII), baru-baru ini memperbesar kepemilikan sahamnya dalam perusahaan logistik tersebut. Peningkatan porsi saham ini terjadi dalam rentang waktu dari 25 Juli hingga 5 Agustus 2024.

    Dalam pengumuman yang dirilis pada Rabu, 14 Agustus, Aulia, Corporate Secretary ALII, mengungkapkan bahwa PT Solomed Property telah membeli sebanyak 4.392.000 lembar saham ALII. Transaksi ini dilakukan dengan harga per saham berkisar antara Rp240 hingga Rp340.

    "Tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham tidak langsung," jelas Aulia.

    Setelah pembelian ini, jumlah saham PT Solomed Property di ALII naik menjadi 105,03 juta lembar, yang setara dengan 0,66 persen dari total saham ALII. Sebelumnya, perusahaan ini memiliki 100,6 juta lembar saham atau sekitar 0,64 persen.

    Sebagai tambahan, PT Solomed Property adalah anak perusahaan dari Solomed Capital Pte Ltd, yang memegang lebih dari 5 persen saham yang diterbitkan dan disetor penuh oleh ALII. Dengan demikian, transaksi ini tidak hanya berdampak pada kepemilikan saham PT Solomed Property tetapi juga memengaruhi kepemilikan saham Solomed Capital Pte Ltd baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Profil ALII

    PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) didirikan pada Juli 2019. Sejak awal berdiri, perseroan bersama dengan anak perusahaannya telah bergerak di bidang jasa pengangkutan laut, transshipment, dan intermediate stockpile (ISP) untuk tambang batu bara. Dalam menjalankan usahanya, perseroan dan anak perusahaannya didukung oleh sistem logistik yang terintegrasi dengan pihak afiliasi, mulai dari tambang hingga ke area ISP dan transshipment. Sistem ini memastikan efisiensi dan kehandalan dalam proses pengangkutan dan penyimpanan batu bara.

    Pada September 2019, ALII mengakuisisi 70 persen saham mayoritas PT Mahakam Coal Terminal (MCT). MCT beroperasi di bidang terminal dan digunakan sebagai ISP untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan dan pelanggan utamanya, yang saat ini merupakan pihak afiliasi.

    ISP MCT berfungsi sebagai titik perpindahan, pengelolaan, dan penumpukan muatan dari tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut, memastikan alur logistik yang lancar dan efisien.

    Dalam hal kepemilikan saham, PT Graha Adika Niaga memegang 5,20 miliar saham atau 32,87 persen dari total saham, disusul oleh Solomed Capital Pte. Ltd. dengan 5,00 miliar saham atau 31,58 persen. Pemegang saham lainnya adalah masyarakat non warkat yang memiliki 3,17 miliar saham atau 20 persen, dan PT Borneo Logistik Indonesia dengan 1,74 miliar saham atau 11,02 persen.

    Aninditha Anestya Bakrie menjabat sebagai Komisaris dengan kepemilikan 383,35 juta saham atau 2,42 persen, sedangkan Nalinkant Amratlal Rathod sebagai Pengendali dengan kepemilikan 333,35 juta saham atau 2,11 persen.

    Jumlah pemegang saham Perseroan mengalami penurunan selama beberapa bulan terakhir. Pada 30 Juni 2024, tercatat ada 5.096 pemegang saham, turun sebanyak 611 dari bulan sebelumnya. Pada 31 Mei 2024, jumlah pemegang saham adalah 5.707, juga turun sebanyak 686 dari bulan sebelumnya. Penurunan jumlah pemegang saham ini terus berlanjut, dengan 6.393 pemegang saham pada 30 April 2024 dan 7.673 pemegang saham pada 31 Maret 2024. Jumlah pemegang saham tertinggi dalam periode ini tercatat pada 29 Februari 2024 dengan 6 pemegang saham tambahan dari bulan sebelumnya.

    Pendapatan Bersih

    Pada kuartal pertama tahun 2024, ALII mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp74 miliar, menurun dari Rp83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, di kuartal kedua 2024, pendapatan bersih meningkat menjadi Rp108 miliar dibandingkan dengan Rp88 miliar pada kuartal kedua 2023. Total pendapatan bersih untuk tahun 2024 diperkirakan akan mencapai Rp363 miliar, meningkat signifikan dari Rp171 miliar pada 2023 dan Rp164 miliar pada 2022.

    Kinerja Harga Saham

    Dalam satu minggu terakhir, harga saham ALII mengalami penurunan sebesar 1,18 persen, dan dalam satu bulan terakhir turun 2,33 persen. Selama tiga bulan terakhir, penurunan harga saham mencapai 7,18 persen. Titik tertinggi harga saham dalam 52 minggu terakhir adalah Rp895, sementara titik terendahnya adalah Rp268.

    Kinerja keuangan ALII menunjukkan beberapa tren yang perlu diperhatikan oleh investor. Meski pendapatan bersih kuartal kedua meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, ada penurunan dalam pertumbuhan pendapatan kuartalan dan tahunan, yang menandakan adanya tantangan dalam menjaga stabilitas pendapatan. Penurunan drastis dalam pendapatan tahunan dan EPS juga menjadi indikator kinerja keuangan yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

    Pertumbuhan

    Pendapatan kuartalan tahun-ke-tahun (YoY) menurun sebesar 11,26 persen, sementara pendapatan sepanjang tahun ini (year-to-date, YTD) turun 3,54 persen. Pendapatan tahunan YoY mengalami penurunan drastis hingga 100 persen.

    Sebaliknya, laba bersih kuartalan YoY meningkat 23,12 persen, dan laba bersih YTD naik 6,29 persen. Namun, laba bersih tahunan YoY juga turun 100 persen. Pendapatan per saham (EPS) tahunan YoY turun 100 persen, yang mengindikasikan adanya tantangan signifikan dalam menjaga profitabilitas pada tingkat per saham.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79