Logo
>

Emas Tembus USD5.000, Apa yang Sedang Terjadi di Pasar Global?

Ketegangan geopolitik AS–NATO dan arus dana lindung nilai kembali menjadi sorotan investor global.

Ditulis oleh Syahrianto
Emas Tembus USD5.000, Apa yang Sedang Terjadi di Pasar Global?
Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM – Harga emas melonjak ke rekor tertinggi baru pada Senin, menembus level psikologis USD5.000 per ounce. 

Harga tersebut melanjutkan reli historis seiring meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah eskalasi ketegangan geopolitik, sebagaimana dilansir Reuters.

Ketegangan yang kian memanas antara Amerika Serikat dan NATO terkait isu Greenland turut memperkuat kenaikan emas sepanjang tahun ini, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik dan ketidakpastian keuangan global.

Sepanjang 2025, harga emas telah melonjak 64 persen, didukung oleh pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, kuatnya permintaan bank sentral, termasuk China yang memperpanjang aksi pembelian emasnya untuk bulan ke-14 berturut-turut pada Desember, serta rekor arus masuk dana ke instrumen exchange-traded fund (ETF) berbasis emas.

“Kami memperkirakan harga emas tahun ini berpotensi mencapai level tertinggi di USD6.400 per ounce, dengan rata-rata harga sekitar USD5.375,” kata analis independen Ross Norman, dikutip Reuters. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.