KABARBURSA.COM - PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) telah mengumumkan rencana perubahan pengendali melalui akuisisi saham mayoritas PT Digital Futurama Global (DFG), yang saat ini merupakan pemegang saham utama dan pengendali FUTR.
Direktur Utama FUTR Martha Rebecca, mengonfirmasi adanya negosiasi antara PT Hexa Prima Nusantara (HPN) dan PT Investasi Gemilang Maju (IGM) terkait pengambilalihan saham mayoritas DFG.
"Transaksi ini berpotensi menyebabkan perubahan pengendali perseroan," kata Martha dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa, 10 September 2024.
Martha menjelaskan, Hexa Prima berencana untuk mengakuisisi 99,99 persen saham DFG dari IGM. Kedua pihak telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat pada hari yang sama, meski transaksi ini belum dianggap final. Dia juga menegaskan bahwa transaksi ini tidak melibatkan afiliasi, karena HPN tidak memiliki saham di FUTR atau DFG, baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun, nilai transaksi tidak disebutkan.
Menanggapi ini, Direktur HPN Yadi Hermayadi, mengungkapkan bahwa telah terjadi negosiasi antara PT Investasi Gemilang Maju (IGM) sebagai calon penjual dan HPN sebagai calon pembeli untuk pengambilalihan 99,99 persen saham DFG. Transaksi ini berpotensi menyebabkan perubahan pengendali FUTR sesuai dengan ketentuan POJK 9/2018.
"Negosiasi ini bertujuan untuk merumuskan transaksi jual beli saham tersebut, dan setelah penyelesaian transaksi, HPN akan menjadi pengendali baru FUTR," jelas Yadi dalam keterbukaan informasi publik yang diterbitkan pada Rabu, 11 September 2024.
Saat ini, DFG menguasai 51,22 persen saham FUTR. Menanggapi berita akuisisi, harga saham FUTR naik sebesar 8,16 persen menjadi Rp53 pada sesi penutupan perdagangan sore ini, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp339 miliar.
FUTR memiliki tiga lini bisnis utama: layanan data, periklanan, dan Gudang Kreativ. Beberapa klien utama mereka termasuk KAI Commuter, Passpod, dan AdaKita. Di semester I-2024, FUTR mencatat pendapatan sebesar Rp58 miliar dan laba bersih Rp1 miliar. Perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Februari 2023 dan berhasil meraih dana IPO sebesar Rp128 miliar.
Di sisi lain, Hexa Prima Nusantara, yang dimiliki oleh Halim Suwandi, adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, khususnya di sektor mekanikal, elektrikal, dan perpipaan.
Kinerja Keuangan FUTR
Pada semester I-2024, PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR), perusahaan yang bergerak di bidang teknologi berbasis data dan kreatif, berhasil membukukan kinerja positif sepanjang 2023. Hal ini diungkapkan oleh Direksi FUTR dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dilaksanakan pada 12 Juni lalu di Park5 Simatupang.
Dalam laporannya, laba bersih perseroan mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 193,5 persen secara year on year dari sebelumnya Rp176,5 juta di sepanjang 2022 menjadi Rp518,2 juta pada 2023, sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan perseroan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023. Pendapatan perseroan juga bertumbuh kuat sebesar 204,7 persen dari Rp46,1 miliar pada 2022 menjadi Rp140,7 miliar pada 2023. Pertumbuhan kinerja yang signifikan ini tidak lepas dari membaiknya kinerja operasional perseroan, khususnya dari sektor layanan manajemen data.
Sementara itu, aset perseroan pun bertumbuh sebesar 182,5 persen secara year on year mencapai Rp189,9 miliar dibandingkan posisi akhir 2022 yaitu sebesar Rp67,2 miliar. Ekuitas perseroan juga meningkat sebesar 241 persen secara year on year menjadi Rp177,9 miliar dibandingkan dengan posisi ekuitas pada akhir 2022 sebesar Rp52,15 miliar.
Kontribusi pendapatan dari segmen Data Services dan segmen Teknologi Periklanan masing-masing mencapai 46 persen dan 24 persen dari pendapatan bersih selama periode 2023, diikuti oleh segmen Gudang Kreativ dan bisnis Consulting yang berkontribusi sebesar 19 persen dan 11 persen.
Kenaikan laba tersebut, menurut CEO FUTR Marta Rebecca, dikarenakan perseroan selalu memantau perilaku konsumen dan tren, juga penambahan dalam ekonomi digital. Apalagi, saat ini Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat terutama di bidang teknologi, begitu pula dengan negara-negara di Asia.
"Kami yakin, layanan yang kami berikan yaitu pengelolaan data, layanan konsultasi, dan solusi teknologi periklanan, akan dapat memenuhi berbagai kebutuhan bisnis secara tepat. Gudang kreatif yang dibangun juga telah menjalin kerja sama dengan mitra regional sebagai bagian dari upaya keragaman, kesetaraan, dan inklusivitas yang dilakukan," kata Martha.
Selain itu, FUTR juga semakin memantapkan kakinya di bidang teknologi dengan meluncurkan dua teknologi terbaru yang diperkenalkan, bernama Playtom dan AdsVentura, yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan audiens dan efektivitas campaign pemasaran bagi klien.
Playtom hadir sebagai software berbasis digital yang menawarkan pengalaman interaktif melalui fitur-fitur, seperti pengenalan suara (voice recognition), pengukur tingkat kebisingan (sound decibel), serta pengolah gambar (image masking).
Sedangkan AdsVentura hadir sebagai programmatic engine yang terintegrasi ke berbagai bentuk media digital untuk mengakomodir bermacam jenis campaign, seperti video ads, widget, running text, dan banner.(*)