KABARBURSA.COM - Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin, 6 April 2026 di tengah mencuatnya gencatan senjata antara AS - Iran.
Ketiga indeks utama AS mengalami kenaikan tipis, dengan S&P 500 dan Nasdaq berada di jalur untuk kenaikan hari keempat berturut-turut, rentetan positif terpanjang mereka sejak Januari 2026.
Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average baru naik 165,21 poin, atau 0,36 persen ke level 46.669,88, indeks S&P 500 meningkat 0,45 persen menjadi 6.612,02. Sementara Nasdaq Composite memperoleh 117,16 poin, atau 0,54 persen menjadi 21.996,34.
Menurut Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA), Iran telah menolak usulan AS untuk gencatan senjata segera, dan bersikeras untuk mengakhiri perang secara permanen.
Penolakan tersebut menyusul semakin agresifnya ultimatum Presiden AS Donald Trump, yang bersumpah akan menghujani Iran dengan "neraka" jika Selat Hormuz tetap ditutup untuk lalu lintas kapal tanker minyak.
Investor mendapat sedikit kepastian dari sebuah laporan yang menunjukkan bahwa AS, Iran, dan sekelompok mediator regional terus membahas persyaratan gencatan senjata potensial.
"Kenyataannya adalah kita semakin mendekati, mudah-mudahan, semacam penyelesaian," kata Ryan Detrick, kepala ahli strategi pasar di Carson Group di Omaha.
"Sayangnya, itu tidak akan terjadi hari ini. Tetapi saya pikir investor merasa bahwa kita melihat lebih banyak pembicaraan dari masing-masing pihak." tambah dia.
Detrick mengakui jika volatilitas dan berita utama belakangan ini membuat jengkel. Namun, dia melihat masih ada rasa optimisme dengan musim laporan keuangan yang akan datang.
"Perusahaan-perusahaan Amerika sekali lagi akan menunjukkan kinerja yang solid dan kemungkinan besar membenarkan apa yang masih kami anggap sebagai pasar bullish." ujarnya.
Perang AS-Israel di Iran telah mengguncang pasar selama lebih dari sebulan. Lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran inflasi, dan saham-saham telah anjlok. Meskipun S&P berada di jalur untuk sesi kenaikan keempat berturut-turut, indeks acuan tersebut tetap turun 3,9 persen sejak konflik dimulai.
Adapun data ekonomi pada hari Senin, menunjukkan bahwa sektor jasa AS berekspansi dengan laju yang lebih lambat dari perkiraan pada bulan Maret. (*)