Logo
>

GGRM Mulai Bergerak namun Analis Masih Tahan Sikap, Ada Apa?

Harga naik disertai volume beli, namun mayoritas analis masih bertahan di rekomendasi hold di tengah proyeksi laba yang meningkat hingga 2026.

Ditulis oleh Yunila Wati
GGRM Mulai Bergerak namun Analis Masih Tahan Sikap, Ada Apa?
Saham GGRM perlahan mulai bergerak naik, sayangnya analis masih merekomendasikan hold. (Foto: dok Gudang Garam)

KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mulai memperlihatkan dinamika yang berbeda di tengah sikap pasar yang masih cenderung menahan diri. Harga perlahan bergerak naik dengan dorongan volume beli yang mulai terlihat, seolah memberi sinyal adanya minat yang kembali masuk. 

Namun di balik itu, mayoritas analis justru belum beranjak dari posisi hold, yang [ada akhirnya menempatkan GGRM dalam fase yang belum sepenuhnya jelas arahnya.

Data 13 analis yang dihimpun hingga 24 Maret 2026 memperlihatkan komposisi yang relatif berimbang. Sebanyak enam analis memberikan rekomendasi hold, 4 buy, dan 3 sell

Dominasi hold ini mencerminkan bahwa pasar masih menempatkan GGRM dalam posisi transisi, yang belum cukup kuat untuk dikategorikan sebagai peluang agresif, tetapi juga belum menunjukkan tekanan fundamental yang mendorong aksi jual masif.

Gambaran tersebut sejalan dengan posisi harga saat ini. Pada level Rp14.100, GGRM masih berada di bawah target rata-rata analis sebesar Rp16.060. Selisih ini menunjukkan adanya ruang kenaikan sekitar 13–14 persen dari harga terkini menuju konsensus target. 

Bahkan, jika melihat estimasi tertinggi di Rp20.000, potensi kenaikan menjadi jauh lebih lebar. Sementara, batas bawah di Rp12.600 menjadi area yang mencerminkan risiko penurunan yang masih diperhitungkan oleh pasar.

Pendapatan Diprediksi Naik

Namun, arah konsensus tidak hanya tercermin dari target harga, tetapi juga dari proyeksi kinerja. Untuk 2024, pendapatan GGRM tercatat Rp98,65 triliun dengan laba bersih Rp981 miliar. Angka ini kemudian diproyeksikan berubah pada 2025, di mana pendapatan diperkirakan turun menjadi Rp91,77 triliun, tetapi laba bersih justru meningkat signifikan ke Rp1,83 triliun. 

Perubahan ini mengindikasikan adanya perbaikan efisiensi atau struktur biaya yang mulai terbentuk.

Memasuki 2026, proyeksi kembali menunjukkan peningkatan. Pendapatan diperkirakan naik ke Rp93,72 triliun, sementara laba bersih melonjak ke Rp3,01 triliun dengan EPS mencapai 1.509,74. Kenaikan laba yang lebih cepat dibanding pendapatan memperlihatkan pola ekspansi margin yang menjadi perhatian utama dalam konsensus analis.

Dalam konteks ini, posisi hold yang dominan menjadi lebih mudah dipahami. Pasar melihat adanya potensi perbaikan kinerja, tetapi masih menunggu konfirmasi lebih lanjut apakah proyeksi tersebut benar-benar terealisasi dalam laporan keuangan mendatang.

Analisis Teknikal 

Di sisi teknikal, sinyal yang muncul mulai bergerak lebih dinamis. GGRM tercatat menguat 1,99 persen ke level 14.100, disertai dengan peningkatan volume pembelian. Kenaikan yang diiringi volume ini menunjukkan adanya minat beli yang mulai masuk, bukan sekadar pergerakan harga tanpa dukungan transaksi.

MNC Sekuritas melihat posisi GGRM saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C. Dalam struktur Elliott Wave, wave [iv] merupakan fase koreksi lanjutan setelah kenaikan sebelumnya, yang biasanya bersifat sementara sebelum potensi kelanjutan tren berikutnya. 

Artinya, pergerakan saat ini belum mencerminkan pembalikan tren besar, tetapi lebih kepada fase konsolidasi dalam struktur yang lebih luas.

Rekomendasi spec buy pada rentang 13.775–14.000 ditempatkan dekat dengan area harga saat ini, menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat taktis, memanfaatkan pergerakan jangka pendek. Level stoploss di bawah 13.600 menjadi batas krusial yang menjaga struktur teknikal tetap valid.

Target harga di 14.475 hingga 15.000 juga memperlihatkan bahwa ruang kenaikan jangka pendek masih terbuka, meskipun belum menembus area target konsensus analis yang lebih tinggi. Dengan kata lain, potensi kenaikan secara teknikal sudah mulai terbaca, tetapi masih berada dalam kerangka pergerakan terbatas.

Kombinasi antara konsensus analis yang masih berhati-hati, proyeksi kinerja yang mulai membaik, serta sinyal teknikal yang mengarah pada fase konsolidasi aktif, menggambarkan bahwa GGRM sedang berada di titik persimpangan. 

Pergerakan harga mulai menunjukkan kehidupan, tetapi arah jangka menengah masih menunggu validasi dari realisasi kinerja dan respons pasar berikutnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79