KABARBURSA.COM - Pemegang saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Green Era Energy Pte Ltd tercatat melalukan transaksi penjualan saham BREN sebanyak 350 juta lembar pada 6 April 2025.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Green Era Energy sebelumnya memiliki 0,67 miliar saham atau setara 22,92 persen. Setelah transaksi, jumlah kepemilikan berkurang menjadi 30,32 miliar saham dengan porsi hak suara turun menjadi 22,66 persen.
Transaksi dilakukan melalui skema repurchase agreement dengan harga pelaksanaan Rp4.510 per saham. Nilai transaksi secara indikatif mencapai sekitar Rp1,57 triliun berdasarkan jumlah saham yang dilepas.
Tujuan utama transaksi disebutkan untuk meningkatkan free float serta likuiditas saham BREN di pasar. Dengan tambahan saham yang beredar, ruang perdagangan di pasar sekunder menjadi lebih luas.
Tidak terdapat perubahan status pengendalian dalam struktur kepemilikan perusahaan setelah transaksi berlangsung.
Dalam laporan tersebut juga ditegaskan bahwa Green Era Energy bukan merupakan pengendali dan tidak terdapat perubahan posisi kendali pasca transaksi.
Adapun BREN adalah salah satu saham yang memiliki tingkat kepemilikan oleh kelompok di atas 95 persen.
Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa HSC merupakan informasi tambahan bagi investor terkait kondisi kepemilikan saham suatu emiten yang terkonsentrasi pada pihak tertentu.
“Pengumuman high shareholding concentration ini adalah pengumuman kepada publik di mana terdapat kepemilikan saham suatu perusahaan tercatat yang terkonsentrasi pada sejumlah tertentu pemegang saham,” kata Jeffrey di Main Hall BEI, Jakarta pada Kamis, 2 April 2026.
Menurutnya, langkah ini bertujuan memberikan gambaran yang lebih jelas kepada investor sebelum mengambil keputusan investasi di pasar saham.
“Pengumuman ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi kepada investor dalam mengambil keputusan investasi,” ujar dia.
Jeffrey menegaskan bahwa pengumuman HSC tidak berkaitan dengan pelanggaran atau sanksi di pasar modal. Informasi ini murni bersifat keterbukaan data agar investor lebih memahami struktur kepemilikan saham.
“Tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran apa pun atau pelanggaran tertentu di bidang pasar modal,” kata dia. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.