KABARBURSA.COM – Dunia kripto pagi ini cukup ramai dengan berbagai pergerakan menarik. Berdasarkan data Coinmarketcap yang dilihat pukul 07.15 WIB, Bitcoin (BTC), raja dari segala kripto, kembali mencatat kenaikan tipis 0,64 persen dalam 24 jam terakhir. Kini, harga per koinnya mencapai USD104.514,30 alias setara sekitar Rp1,67 miliar (kurs Rp16.000 per dolar). Kapitalisasi pasarnya pun terus mendominasi, yakni mencapai USD2,07 triliun, atau sekitar Rp33.120 triliun.
Di sisi lain, nasib kurang manis dialami oleh Trump Coin (TRUMP). Kripto ini malah terjun bebas dengan penurunan 15,38 persen dan menjadikannya hanya bernilai USD29,36 per koin (sekitar Rp469 ribu). Padahal kapitalisasi pasarnya cukup besar, yakni USD5,91 miliar atau sekitar Rp94,56 triliun. Terlihat sekali pasar mulai skeptis dengan prospek meme coin ini setelah sebelumnya resmi meluncur jelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.
Padahal, kripto Trump ini sempat meroket pada saat hari ia dilantik dengan nilai pasar lebih dari USD9 miliar atau sekitar Rp147 triliun (dengan kurs Rp16.000). Token meme yang diberi nama $TRUMP itu melonjak 73 persen ke angka USD46,06 (sekitar Rp736.960) pada perdagangan hari itu di kawasan Asia.
Trump meluncurkan token digital ini pada Jumat pekan lalu. Visual kriptonya menampilkan logo yang diambil dari momen percobaan pembunuhan terhadap dirinya pada bulan Juli. Langkah ini memperluas jejak kripto Trump yang sebelumnya sudah mencakup World Liberty Financial. Peluncuran kripto resmi Trump bahkan mengejutkan komunitas kripto sendiri.
“Walau mudah untuk menganggap ini sekadar aksi Trump yang lain, peluncuran token resmi Trump membuka kotak Pandora soal isu etika dan regulasi,” ujar analis kripto independen yang berbasis di Hong Kong, Justin D’Anethan.
Sementara itu, Ethereum (ETH), yang menduduki posisi kedua setelah Bitcoin, justru melemah 0,98 persen dan kini dihargai USD3.298,69 atau setara Rp52,78 juta. Kapitalisasi pasarnya sebesar USD398,22 miliar menunjukkan dominasi yang masih kokoh meskipun ada tekanan pasar.
Beberapa altcoin lainnya juga mengalami dinamika menarik:
- XRP melemah tipis 0,07 persen, dihargai USD3,11 (Rp49.760) dengan market cap USD179,01 miliar.
- BNB dari Binance turun lebih dalam, 1,47 persen, menjadi USD680,08 (Rp10,88 juta).
- Cardano (ADA) mencatat penurunan terbesar di antara 10 besar, jatuh 1,87 persen ke USD0,9705 (Rp15.528).
- TRON (TRX) menjadi salah satu dari sedikit yang hijau, naik 0,34 persen ke USD0,2542 (Rp4.067).
Pasar kripto secara keseluruhan saat ini memiliki kapitalisasi USD3,58 triliun (Rp57.280 triliun), dengan dominasi Bitcoin sebesar 57,87 persen. Indeks Fear & Greed berada di level 61, menunjukkan sentimen pasar masih optimis meskipun ada tekanan pada beberapa aset.
Trump Bentuk Tim Khusus untuk Revolusi Kripto AS
[caption id="attachment_114580" align="alignnone" width="1198"] Presiden Donald Trump mengangkat sebuah perintah eksekutif setelah menandatanganinya dalam acara parade pelantikan presiden yang digelar di dalam ruangan di Washington, Senin, 20 Januari 2025. (Foto: AP/Matt Rourke).[/caption]
Donald Trump baru saja bikin gebrakan. Dua hari lalu, ia resmi mengumumkan pembentukan tim kerja khusus untuk mata uang kripto. Tim ini bakal merancang regulasi baru sekaligus mengeksplorasi ide pembentukan cadangan mata uang kripto nasional. Langkah ini dinilai jadi bukti keseriusan Trump buat merevolusi kebijakan kripto di Negeri Paman Sam.
Selain itu, keputusan ini juga memuat perlindungan bagi perusahaan kripto dalam layanan perbankan. Sebelumnya, industri kripto menuding regulator memaksa bank menjauh dari perusahaan kripto—klaim yang, tentu saja, dibantah keras oleh regulator. Menariknya lagi, Trump juga melarang pembentukan mata uang digital bank sentral yang menurutnya bakal jadi pesaing berat mata uang kripto swasta.
Sementara itu, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mencabut panduan akuntansi kontroversial yang sebelumnya bikin perusahaan publik kelimpungan karena harus keluar biaya besar untuk mengamankan aset kripto atas nama pihak ketiga. Panduan ini selama era Presiden Biden dinilai malah menghambat adopsi aset digital secara luas.
Langkah ini menguatkan posisi Trump sebagai “Presiden Kripto,” seperti yang sering ia gembar-gemborkan selama kampanye. Berbeda dari Biden yang dikenal ketat menindak platform seperti Coinbase dan Binance, Trump justru ingin membangun ekosistem kripto yang lebih ramah dan mendukung adopsi di masyarakat.
“Perintah eksekutif ini adalah titik balik besar untuk kebijakan aset digital AS,” kata CEO Anchorage Digital, Nathan McCauley.
Ia pun optimistis pendekatan Trump yang menyeluruh bakal membuka jalan bagi regulasi yang lebih jelas dan konsisten. Pelaku industri pun menyambut kebijakan ini dengan antusias, menganggapnya sebagai angin segar setelah masa suram kripto di era sebelumnya.