Logo
>

IHSG Berisiko Lanjut Koreksi Pekan Depan, Rupiah Masih Jadi Katalis

IHSG diproyeksikan masih dalam tren bearish, meski peluang rebound terbuka

Ditulis oleh Hutama Prayoga
IHSG Berisiko Lanjut Koreksi Pekan Depan, Rupiah Masih Jadi Katalis
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia Foto: KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi masih bergerak melemah pada perdagangan pekan depan periode 18-22 Mei 2026. Pergerakan ini dipengaruhi oleh beberapa sentimen.

BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, trend bearish masih terjadi di pergerakan harga IHSG setelah breakdown dari level supportnya pada 6.960.

"IHSG berpotensi untuk kembali melanjutkan trend penurunan dengan target support selanjutnya pada 6.545 - 6.671," tulis BRI Danareksa dalam risetnya, Minggu, 17 Mei 2026.

Kendati demikian, peluang penguatan IHSG masih ada. BRI Danareksa menyebut, IHSG sudah berada di dekat area oversoldnya jika dilihat dari indikator bollinger band dan stochastic.

"Jika terjadi rebound di area psikologis 6.700, maka ada potensi untuk kembali menguji resistance terdekatnya pada 6.900 - 7.000," sebutnya.

Sejumlah katalis bakal membayangi pergerakan IHSG pada pekan depan. Salah satunya mengenai tekanan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

BRI Danareksa menyampaikan, penguatan dolar AS terjadi dipicu konflik Timur Tengah yang mendorong harga energi dan meningkatkan risiko inflasi global.

"Inflasi AS yang mencapai 3,8 persen memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga lebih lama," tulis BRI Danareksa.

Adapun berdasarkan Google Finance per Jumat, 15 Mei 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah menyentuh level Rp17.600.

BRI Danareksa menyebutkan tekanan terhadap rupiah juga berasal dari faktor domestik, terutama kebutuhan repatriasi dividen yang diperkirakan mencapai Rp75,3 triliun periode April–Juli.

"Meski rupiah melemah, depresiasinya masih relatif lebih kecil dibanding beberapa mata uang Asia lainnya seperti won Korea dan rupee India," tulis mereka.

Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping juga dinilai menjadi sentimen IHSG pada pekan depan.

Dalam pertemuan tersebut, Donald Trump dan Xi Jinping sepakat memperkuat hubungan strategis AS–China melalui kerja sama perdagangan, energi, dan stabilitas geopolitik global.

Selain itu, China dikabarkan berkomitmen menahan pengiriman peralatan militer ke Iran, sementara kedua negara sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Trump juga menyatakan China akan meningkatkan pembelian minyak AS dan pesawat Boeing, yang dinilai sebagai upayamempererat hubungan dagang sekaligus mengurangi ketergantungan China pada Selat Hormuz.

"Pertemuan ini menunjukkan persaingan AS–China mulai bergeser ke arah keseimbangan antara rivalitas geopolitik dan kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi global, terutama di tengah perang Iran dan ketegangan Taiwan," tulis BRI Danareksa.

Pasar Saham Pekan ini Lesu

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan saham pekan ini periode 11-13 Mei 2026 ditutup pada zona negatif.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini menurun sebesar 3,53 persen.

"Sehingga ditutup pada level 6.723,320, dari posisi 6.936,396 pada pekan lalu," ujar dia dalam keterangannya, Rabu, 13 Mei 2026.p

Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan sebesar 4,68 persen menjadi Rp11.825 triliun dari Rp12.406 triliun pada pekan sebelumnya.

Tak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami penurunan menjadi 2,53 juta kali atau menyusut 0,56 persen dari 2,55 juta kali transaksi pada pekan lalu.

"Kemudian rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan yaitu sebesar 18,78 persen menjadi Rp18,82 triliun dari Rp23,05 triliun pada pekan sebelumnya," ungkap Kautsar.

Rata-rata volume transaksi harian BEI juga mengalami penurunan sebesar 22,01 persen menjadi 35,76 miliar lembar saham dari 45,86 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

"Adapun investor asing hari ini (Rabu, 13 Mei 2026) mencatatkan nilai jual bersih Rp1,531 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp40,823 triliun," pungkas Kautsar. (*) 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.