KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,91 persen ke level 7.879 pada perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025.
Mengutip data dari Stockbit, total transaksi pada pembukaan sesi I tercatat sebanyak 11,58 juta lot dengan nilai Rp580,71 miliar, melalui 73,67 ribu kali perdagangan.
Sejumlah saham mencatat lonjakan signifikan di awal sesi. PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) melesat 25 persen ke Rp825 per saham, sementara PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) juga menguat tajam 24,70 persen ke level Rp3.080.
Kenaikan serupa terlihat pada saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) yang naik 21,57 pereen ke Rp620, serta PT TS Internasional Tbk (GTSI) yang bergerak naik 20,73 persen ke Rp99 per saham.
Selanjutnya, ada pula PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang terpantau menguat usai mengalami kenaikan 17,95 persen ke Rp2.300.
Namun, di sisi lain, tekanan jual juga cukup deras. PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berada di zona merah paling dalam dengan penurunan 14,02 persen ke Rp705.
Saham PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) juga melemah 11,58 persen ke Rp84, diikuti PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) yang terkoreksi 11,36 persen ke Rp1.405.
Tekanan jual turut menimpa PT Voksel Electric Tbk (VOKS) yang merosot 10,32 persen ke Rp226, serta Central Proteina Prima Tbk (CPRO) yang turun 8,82 persen ke Rp62 per saham.
Sektor Properti Melemah, Diikuti Barang Siklikal
Dari sisi sektoral, pelemahan hampir merata. Sektor properti terlihat yang mengalami koreksi paling dalam sebesar 1,90 persen, diposisi kedua ada infrastruktur yang melemah 1,86 persen.
Sektor barang siklikal dan barang dasar juga tidak luput dari tekanan dengan penurunan masing-masing 1,65 persen dan 1,55 persen. Sementara itu, sektor teknologi turun 0,83 persen, energi 0,88 persen, keuangan 1,05 persen, serta transportasi 0,96 persen.
Penurunan lebih terbatas terjadi pada sektor industri yang melemah 0,39 persen, kesehatan 0,65 persen, dan non-siklikal 0,67 persen.
Sementara itu PT Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak di kisaran support pada level 7,881 dan resistance pada level 8,017 dengan kecenderungan menguat.
Secara teknikal, Reliance Sekuritas melihat candle IHSG berbentuk doji, masih di atas MA5 dan MA20, indikator Stochastic golden cross.
"Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami penguatan," tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya.
Rekomendasi Saham dari Reliance Sekuritas
Reliance Sekuritas sendiri memiliki pilihan saham untuk hari ini seperti: MAPA, MLPL, WIRG, FILM.
MAPA – Buy
Untuk saham MAPA, harga saat ini mendekati MA5 dan MA20. Candle terakhir berbentuk white spinning top (reversal pattern), yang mengartikan berpeluang besar melanjutkan kenaikannya. Sementara, Stochastic mengindikasikan akan golden cross pada area oversold.
- Entry : 635 - 655
- Resistance : 670 – 690
- Support : 615
- Stoploss : 610
- Target : 725
MLPL - Buy
Harga saham MPL saat ini mendekati MA5 dan masih di atas MA20. Candle terakhir berbentuk inverted hammer (reversal pattern), didukung adanya akumulasi beli yang tercermin pada histogram hijau pada indikator MACD dengan MACD golden cross.
- Entry : 149 - 153
- Resistance : 156 – 161
- Support : 144
- Stoploss : 143
- Target : 170
WIRG - Buy
Untuk saham WIRG, harga masih di atas MA20. Candle terakhir berbentuk doji (reversal pattern), didukung adanya akumulasi beli yang tercermin pada histogram hijau pada indikator MACD, dengan MACD golden cross.
- Entry : 195 - 199
- Resistance : 204 – 210
- Support : 188
- Stoploss : 187
- Target : 226
FILM – Buy
Harga FILM mendekati MA5 dan MA20. Candle terakhir berbentuk white spinning top (reversal patern), didukung adanya akumulasi beli yang tercermin pada histogram hijau pada indikator MACD.
MACD golden cross.
- Entry : 3,150 - 3,260
- Resistance : 3,340 – 3,440
- Support : 3,020
- Stoploss : 3,010
- Target : 3,740
Rekomendasi saham pilihan seperti MAPA, MLPL, WIRG, dan FILM yang semuanya mendapat sinyal teknikal positif memperlihatkan bahwa di tengah tekanan pasar, peluang tetap terbuka bagi investor yang jeli dan disiplin.
Dengan kata lain, meskipun IHSG dibuka lesu, tanda-tanda teknikal menunjukkan adanya kemungkinan rebound, menjadikan sesi perdagangan hari ini sebagai ujian keseimbangan antara aksi jual jangka pendek dan keyakinan investor terhadap tren pemulihan pasar.(*)