KABARBURSA.COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah sebesar 0,29 persen atau 19 poin ke level 6.580 pada sesi I perdagangan Selasa, 19 Mei 2026.
Nilai transaksi yang tercatat di seluruh pasar mencapai Rp342,34 miliar dengan volume perdagangan mencapai 5,12 juta lot saham dan frekuensi transaksi sebanyak 54,02 ribu kali.
Pergerakan sektoral pada pagi ini memperlihatkan arah yang cukup bervariasi dengan sektor teknologi memimpin penguatan. Sektor teknologi tercatat naik sebesar 0,38 persen.
Disusul oleh sektor kesehatan yang menguat 0,29 persen, sektor industri naik 0,20 persen, sektor finansial atau keuangan naik 0,18 persen, sektor properti naik 0,02 persen, dan sektor transportasi menguat tipis 0,01 persen.
Di sisi lain, beberapa sektor masih mengalami tekanan koreksi, seperti sektor industri dasar atau basic industry yang turun 0,47 persen, sektor non siklikal melemah 0,38 persen, sektor energi turun 0,07 persen, dan sektor siklikal terkoreksi 0,06 persen. Sementara itu, sektor infrastruktur bergerak stagnan tanpa ada perubahan di level 0,00 persen.
Pada jajaran saham-saham pilihan yang menjadi penggerak pasar, kategori top gainer atau saham dengan kenaikan tertinggi ditempati oleh beberapa emiten dari berbagai sektor. Posisi pertama diraih oleh PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang bergerak di sektor infrastruktur, sahamnya melonjak 15 poin atau melesat 13,39 persen ke level 127 per lembar saham.
Di urutan kedua ada emiten PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) yang harganya naik 12 poin atau tumbuh 12,24 persen menjadi 110 per lembar saham. Selanjutnya terdapat PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) yang naik 18 poin atau melaju 12,00 persen ke harga 168.
Menyusul berikutnya adalah PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) yang menguat 28 poin atau naik 8,19 persen ke level 370, serta emiten sektor keuangan PT Victoria Investama Tbk dengan kode emiten VICO yang terangkat 11 poin atau menguat 6,88 persen ke posisi 171.
Sebaliknya, pada deretan saham top loser atau emiten yang mengalami penurunan terdalam, koreksi dipimpin oleh perusahaan media PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) dari yang merosot sebesar 13 poin atau anjlok 11,93 persen ke posisi 96 per lembar saham.
Menyusul di belakangnya adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang harganya terpangkas 95 poin atau jatuh 10,80 persen ke level 785.
Emiten perbankan daerah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk dengan kode emiten BJTM juga melemah 60 poin atau turun 10,34 persen ke harga 520.
Penurunan ini diikuti oleh PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) yang merosot 115 poin atau terkoreksi 9,70 persen ke level 1.070, serta PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang anjlok 13 poin atau melemah 9,70 persen ke posisi 121 per lembar saham. (*)