KABARBURSA.COM - PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) berencana menambah kegiatan usaha Perseroan demi memenuhi kebutuhan pasar yang semakin bertambah.
Manajemen TRJA menyampaikan rencana penambahan kegiatan usaha itu dikarenakan semakin berkembangnya usaha Perseroan imbas dari bertambahnya permintaan pasar atas inovasi bisnis.
"Perseroan telah mempersiapkan strategi-strategi guna memenuhi kebutuhan pasar dan demi terciptanya kepuasan pelanggan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa, 19 Mei 2026.
Penambahan gudang usaha tersebut mencakup kode KBLI 49429, 49422, dan 49229. Meski demikian, manajemen TRJA menegaskan ketiga KBLI itu hingga kini belum dijalankan secara komersial.
Manajemen menyebut ekspansi usaha dilakukan sebagai langkah strategis untuk merespons pertumbuhan kawasan industri dan pertambangan, khususnya di Kalimantan Timur yang berkembang pesat seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Dengan penambahan kode KBLI baru, Perseroan memiliki kapasitas untuk merespons kebutuhan pasar tersebut secara legal, terstruktur, dan berkelanjutan," tulis manajemen.
Pada segmen angkutan sewa korporasi atau 49422, pasar dinilai terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas profesional di kawasan industri.
Manajemen TRJA menyampaikan, pasar sewa kendaraan dengan pengemudi (chauffeur-driven) di Indonesia diestimasi tumbuh rata-rata 7–9 persen per tahun.
"Kawasan Kalimantan Timur sebagai pusat industri migas dan calon ibu kota baru negara menjadi magnet investasi yang mendorong permintaan mobilitas eksekutif yang tinggi," tulis manajemen.
Disebutkan pula, Kawasan Kalimantan Timur sebagai pusat industri migas dan calon ibu kota baru negara menjadi magnet investasi yang mendorong permintaan mobilitas eksekutif yang tinggi.
"Nilai pasar angkutan sewa korporasi di Kalimantan diperkirakan mencapai Rp 3–5 triliun per tahun," terang manajemen.
Sementara itu, pada segmen KBLI 49229 atau angkutan bus tidak dalam trayek, kebutuhan bus carter dan ekskursi korporat juga dinilai sangat potensial meski pasar masih terfragmentasi.
Manajemen memperkirakan kebutuhan bus carter karyawan bisa mencapai 5.000–8.000 unit operasional per hari di Kalimantan dan Sulawesi.
"Nilai pasar angkutan bus korporat di Kalimantan dan Sulawesi diestimasi Rp 6–10 triliun per tahun," terangnya.
Untuk KBLI 49429 atau angkutan darat penumpang lainnya, Perseroan melihat prospek pasar yang besar seiring pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan nasional.
Manajamen TRJA mencatat, terdapat lebih dari 1.200 Izin Usaha Pertambangan (IUP) aktif di Kalimantan Timur yang
mempekerjakan ratusan ribu tenaga kerja.
"Estimasi nilai pasar angkutan karyawan korporat di Kalimantan dan Sulawesi diperkirakan mencapai Rp 8-12 triliun per tahun, dengan Perseroan berpotensi meraih pangsa awal sebesar 5-8 persen dalam 3 tahun pertama ekspansi," tulis manajemen.(*)