KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026, naik 34,76 poin atau 0,44 persen ke level 7.970,02.
Pada awal sesi, pergerakan IHSG cenderung fluktuatif setelah pasar merespons tekanan jual pada perdagangan sebelumnya. Sepanjang sesi pembukaan, indeks sempat bergerak di kisaran 7.900 hingga mendekati area 8.000, dengan nilai transaksi pasar reguler mencapai sekitar Rp226,49 triliun dari 30,78 ribu transaksi dan volume perdagangan sebesar 2,99 miliar lot.
Penguatan IHSG pada awal perdagangan ini terjadi di tengah aliran dana asing yang kembali mencatatkan beli bersih di pasar saham domestik. Data menunjukkan nilai beli investor asing mencapai sekitar Rp8,34 triliun, sementara nilai jual asing berada di kisaran Rp7,40 triliun. Dengan demikian, net buy asing di seluruh pasar tercatat sekitar Rp944,41 miliar, dengan kontribusi pasar reguler sekitar Rp774,50 miliar.
Kondisi ini mengindikasikan minat beli asing mulai kembali muncul meski sentimen global masih cenderung berfluktuasi. Di sisi lain, investor domestik masih mendominasi aktivitas transaksi dengan porsi sekitar 60,07 persen, sementara investor asing berkontribusi sekitar 39,93 persen terhadap total nilai transaksi.
Dari sisi sektoral, mayoritas indeks sektoral bergerak di zona hijau. Sektor basic industry menjadi salah satu penopang utama dengan kenaikan sekitar 1,33 persen, disusul sektor energi yang menguat sekitar 1,07 persen. Sektor kesehatan juga mencatatkan penguatan sekitar 0,63 persen, sementara sektor industri naik sekitar 0,54 persen dan sektor properti menguat sekitar 0,48 persen.
Sektor teknologi dan transportasi bergerak tipis menguat, masing-masing sekitar 0,02 persen dan 0,12 persen. Di sisi lain, sektor infrastruktur terkoreksi sekitar 0,09 persen, sementara sektor konsumer siklikal melemah tipis sekitar 0,11 persen. Pergerakan sektoral ini mencerminkan minat beli selektif investor pada saham-saham berbasis komoditas dan sektor defensif, seiring kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah pasar global.
Pada perdagangan pagi ini, sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers. Saham KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) melonjak sekitar 24,62 persen ke level 496, diikuti Roda Vivatex Tbk (RDTX) yang menguat sekitar 11,31 persen ke level 17.225. Saham Lion Metal Works Tbk (LION) juga naik sekitar 10,74 persen ke level 670, sementara Arthavest Tbk (ARTA) menguat sekitar 10,29 persen ke level 3.000.
Saham Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) turut mencatatkan kenaikan sekitar 9,23 persen ke level 710. Penguatan saham-saham tersebut umumnya dipicu oleh sentimen teknikal jangka pendek dan spekulasi pelaku pasar, meski secara fundamental investor tetap disarankan mencermati kinerja keuangan dan prospek bisnis emiten terkait.
Di sisi sebaliknya, tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham yang masuk dalam daftar top losers. Saham Arkora Hydro Tbk (ARKO) terkoreksi sekitar 14,69 persen ke level 5.225, disusul Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) yang turun sekitar 14,50 persen ke level 112. Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) melemah sekitar 14,29 persen ke level 54, sementara MD Entertainment Tbk (FILM) terkoreksi sekitar 11,97 persen ke level 5.700. Saham Triniti Dinamik Tbk (TRUE) juga turun sekitar 11,92 persen ke level 170. Tekanan pada saham-saham tersebut sebagian besar dipengaruhi aksi ambil untung setelah reli dalam beberapa waktu terakhir serta respons pasar terhadap dinamika sentimen sektoral.
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas dalam laporan MNCS Daily Scope Wave edisi 9 Februari 2026 menyampaikan bahwa IHSG masih berada dalam fase koreksi lanjutan. Tim analis menilai area koreksi yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai, sehingga investor diminta mencermati potensi area koreksi lanjutan di rentang 7.712 hingga 7.785.
Selama IHSG masih mampu bertahan di atas level support 7.712, peluang penguatan lanjutan masih terbuka dengan potensi pergerakan menuju area 8.284 hingga 8.440. Sementara itu, area resistance jangka pendek diperkirakan berada di kisaran 8.214 hingga 8.354, dengan support lanjutan di area 7.547 apabila tekanan jual kembali meningkat.(*)