KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada awal perdagangan Senin, 12 Januari 2026 dan mendekati level psikologis 9.000.
Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat berada di level 8.994,08 atau naik 57,32 poin setara 0,64 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penguatan indeks terjadi di tengah aktivitas transaksi yang cukup solid. Total nilai transaksi pasar tercatat mencapai Rp643,31 miliar dengan volume 7,79 juta lot dan frekuensi 96.070 kali. Dari sisi pergerakan harian, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 9.000,97 dan terendah di 8.991,52, menunjukkan volatilitas yang relatif terkendali di area atas.
Dari aktivitas investor, data menunjukkan aliran dana asing kembali mencatatkan beli bersih secara agregat di seluruh pasar. Nilai pembelian asing mencapai Rp7,19 triliun, sementara penjualan asing berada di Rp6,94 triliun, sehingga tercatat net foreign buy all market sebesar Rp257,01 miliar. Secara tunai dan negosiasi, net foreign buy bahkan mencapai Rp315,96 miliar, mengindikasikan minat investor global yang masih terjaga terhadap aset berisiko di Indonesia.
Komposisi transaksi masih didominasi oleh investor domestik dengan porsi 74,27 persen, sementara investor asing berkontribusi sekitar 25,73 persen. Meski demikian, kembalinya arus dana asing ke sisi beli menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan penguatan IHSG dalam jangka pendek.
Dari sisi sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh kinerja positif sejumlah sektor berbasis komoditas. Sektor basic industry mencatat kenaikan 2,10 persen, disusul sektor energi yang menguat 1,05 persen. Sektor transportasi naik 0,66 persen, sektor kesehatan menguat 0,63 persen, dan sektor cyclical bertambah 0,62 persen. Sementara itu, sektor teknologi, industrial, dan infrastruktur bergerak melemah terbatas, masing-masing turun 0,21 persen, 0,33 persen, dan 0,10 persen.
Pergerakan saham-saham individu juga menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Di jajaran top gainer, saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk dengan kode PACK yang bergerak di sektor investasi mencatatkan kenaikan 9,68 persen ke level 272. Saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk berkode KOCI di sektor perdagangan melonjak 34,12 persen ke 228. Saham PT Soho Global Health Tbk berkode SOHO di sektor kesehatan menguat 24,85 persen ke 2.060, sementara saham PT Satria Mega Kencana Tbk berkode SOTS dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk berkode ROCK masing-masing mencatatkan kenaikan di atas 24 persen.
Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham yang masuk daftar top loser. Saham PT Ever Shine Tex Tbk berkode ESTI di sektor tekstil melemah 14,91 persen ke 97, disusul saham PT Bank Sinarmas Tbk berkode BSIM yang turun 14,19 persen ke 1.300. Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk berkode INET turun 10,99 persen ke 494, sementara saham PT Sumber Mas Konstruksi Tbk berkode SMKM dan PT Eratex Djaja Tbk berkode ERTX masing-masing melemah lebih dari 8 persen.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menilai pergerakan IHSG pada pekan ini masih berada dalam fase bullish meski hanya berlangsung empat hari perdagangan.
“IHSG masih di fase bullish,” ujar David.
Ia menilai strategi follow the money tetap relevan, khususnya pada saham-saham yang berada dalam tren naik dan didukung aliran dana besar. Berdasarkan pergerakan terakhir, sektor properti dan tambang kembali menunjukkan tanda-tanda akumulasi yang menarik untuk dicermati, meski pelaku pasar tetap perlu disiplin dalam pengelolaan risiko.
Selain sentimen teknikal dan aliran dana, pelaku pasar juga menanti rilis Data Neraca Perdagangan Indonesia periode Desember yang dinilai menjadi katalis penting bagi arah pasar.
“Pasar menantikan apakah surplus perdagangan Indonesia masih
berlanjut di tengah fluktuasi harga komoditas global. Angka surplus yang kuat akan memperkokoh nilai tukar Rupiah dan menjaga minat investor asing,” kata David.
Sejalan dengan pandangan tersebut, analisis teknikal dari MNCS Daily Scope Wave menilai IHSG masih berada dalam fase penguatan lanjutan. Dalam laporan tertanggal 12 Januari 2026, IHSG disebut menguat 0,13 persen ke level 8.936 dengan tekanan jual yang relatif mengecil. Secara struktur gelombang, IHSG diperkirakan berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan.
MNCS memproyeksikan area penguatan IHSG berada pada rentang 9.030 hingga 9.077. Namun demikian, potensi koreksi tetap perlu diwaspadai dengan area uji di kisaran 8.843 hingga 8.904. Level support berada di 8.867 dan 8.806, sementara resistance terdekat tercatat di 8.996 dan 9.030.(*)