KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, di zona merah setelah melanjutkan pelemahan pada sesi sebelumnya. Berdasarkan data pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 5.801,45 atau turun 19,34 poin setara 0,33 persen.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi tercatat mencapai 1,65 juta lot dengan nilai Rp320,32 miliar dari 21,34 ribu kali transaksi. Investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp881,58 miliar di seluruh pasar dan Rp854,10 miliar di pasar reguler.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan pada mayoritas indeks sektoral. Sektor bahan baku memimpin penurunan dengan koreksi 0,66 persen, disusul sektor keuangan yang turun 0,52 persen, sektor industri 0,45 persen, sektor energi 0,30 persen, sektor barang konsumsi primer 0,11 persen, sektor infrastruktur 0,10 persen, dan sektor teknologi yang melemah 0,07 persen.
Di sisi lain, beberapa sektor masih bergerak menguat. Sektor properti naik 0,47 persen, sektor barang konsumsi nonprimer menguat 0,47 persen, sektor kesehatan bertambah 0,07 persen, sementara sektor transportasi dan logistik naik tipis 0,06 persen.
Di jajaran saham yang mencatat kenaikan terbesar atau top gainers, posisi teratas ditempati PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) dari sektor kesehatan yang melonjak 22,88 persen ke level 376. Posisi berikutnya diisi PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) yang bergerak di sektor properti dengan kenaikan 12,78 persen menjadi 406.
Selanjutnya, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) dari sektor barang konsumsi nonprimer menguat 8,49 persen ke level 230. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten sektor properti, naik 6,95 persen menjadi 1.000, sedangkan PT Berlina Tbk (BRNA) yang bergerak di sektor industri menguat 6,25 persen ke posisi 595.
Sementara itu, daftar saham yang mengalami pelemahan terbesar dipimpin PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) yang bergerak di sektor barang konsumsi nonprimer dengan penurunan 14,81 persen ke level 115. PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) dari sektor keuangan turun 14,78 persen menjadi 1.585.
Kemudian, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) yang bergerak di sektor barang konsumsi primer melemah 8,82 persen ke level 620. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dari sektor barang konsumsi nonprimer terkoreksi 8,33 persen menjadi 770, sedangkan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang bergerak di sektor barang konsumsi primer turun 6,90 persen ke level 135.
Analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada dalam fase koreksi. Dalam riset harian 30 Juni 2026, MNC Sekuritas menyebut IHSG diperkirakan masih menjadi bagian dari gelombang (b) dari wave [iv] dan berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji area 5.723 hingga 5.784.
Adapun jika terjadi penguatan dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan akan menguji kisaran 5.837 hingga 5.845. MNC Sekuritas menetapkan level support di 5.784 dan 5.594, sedangkan resistance berada di level 6.286 dan 6.459. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.