KABARBURSA.COM – Sejumlah analis pasar modal menyoroti sejumlah saham yang dinilai masih menarik untuk dicermati pelaku pasar di tengah proyeksi tekanan lanjutan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Beberapa saham yang masuk dalam radar analis antara lain PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) hingga PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan IHSG masih berada dalam tren pelemahan setelah pada perdagangan terakhir turun 224,91 poin atau sekitar 3,05 persen ke level 7.137. Menurutnya, pergerakan indeks masih berada dalam struktur teknikal yang menunjukkan tekanan jual masih dominan.
“Secara teknikal IHSG masih bergerak dalam tren bearish setelah menembus area support 7.200 dan membentuk lower low. Dalam jangka pendek indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area psikologis 7.100 hingga 7.000,” kata Reza dalam riset harian yang dirilis Senin, 16 Maret 2026.
Reza menjelaskan dalam kondisi tersebut pelaku pasar cenderung menerapkan pendekatan selektif dengan memantau saham yang memiliki area teknikal tertentu. BRI Danareksa Sekuritas mencatat beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk strategi trading jangka pendek.
Salah satunya adalah saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang direkomendasikan buy pada rentang harga 480 hingga 490. Saham tersebut memiliki target harga pada kisaran 520 hingga 540, dengan batas stoploss di bawah 465.
Selain itu, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) direkomendasikan buy pada area 3.500 hingga 3.600. Dalam riset tersebut, analis menempatkan target harga di level 3.800 hingga 3.990, dengan stoploss di bawah 3.400.
Adapun saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dinilai berpotensi mengalami technical rebound setelah bertahan di area support tertentu. Rekomendasi yang diberikan adalah buy pada rentang harga 130 hingga 135, dengan target harga di kisaran 141 hingga 146, serta batas stoploss di bawah 128.
Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas juga menyoroti saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang dinilai menunjukkan tekanan teknikal setelah menembus area support sebelumnya. Dalam laporan tersebut, DSSA direkomendasikan sell, dengan area support berikutnya berada di sekitar level 63.200.
Sementara itu, Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan bahwa secara teknikal IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek. Ia menyebut posisi indeks saat ini berada dalam fase koreksi lanjutan berdasarkan struktur gelombang teknikal.
“Posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A. Hal tersebut membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan koreksi menuju rentang 6.991 hingga 7.140,” ujar Herditya dalam laporan riset Daily Scope Wave.
MNC Sekuritas juga mencatat beberapa saham yang dapat dicermati oleh pelaku pasar berdasarkan struktur teknikal masing-masing saham.
Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) direkomendasikan dengan strategi buy on weakness pada kisaran 1.910 hingga 1.935. Analis menempatkan target harga pada level 2.030 dan 2.120, dengan stoploss di bawah 1.860.
Selain itu, saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) masuk dalam kategori speculative buy pada rentang harga 1.305 hingga 1.335. Saham ini memiliki target harga pada level 1.465 dan 1.575, dengan batas stoploss di bawah 1.285.
Sementara itu, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) direkomendasikan dengan strategi buy on weakness pada kisaran harga 3.370 hingga 3.960. Dalam riset tersebut disebutkan bahwa saham PTRO memiliki target harga di level 5.650 dan 7.050, dengan stoploss di bawah 3.150.
Adapun saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga masuk dalam radar dengan pendekatan buy on weakness pada kisaran harga 1.570 hingga 1.600. Saham tersebut memiliki target harga pada level 1.665 dan 1.720, dengan batas stoploss di bawah 1.565.
Di tengah kondisi pasar yang masih bergerak volatil, analis menilai pelaku pasar cenderung memantau saham dengan level teknikal yang jelas sebagai acuan dalam menentukan strategi perdagangan jangka pendek di pasar saham domestik. (*)