KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama Rabum 14 Januari 2026 di level 9.028,22, menguat 79,91 poin atau 0,89 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.948,30.
Sejak pembukaan di 9.007,05, indeks bergerak konsisten di zona hijau. IHSG sempat menyentuh level tertinggi intraday di 9.038,81, sebelum mengalami sedikit konsolidasi dan tetap bertahan di atas area psikologis 9.000.
Sementara itu, titik terendah harian tercatat di 8.979,60, yang menjadi penyangga awal bagi pergerakan hari ini.
Struktur pergerakan ini menunjukkan bahwa dorongan beli masih dominan, dengan volatilitas yang relatif terkontrol. Kenaikan tidak berlangsung impulsif, melainkan bertahap dan mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih berada dalam mode risk-on.
Dari papan penguatan, beberapa saham mencatat lonjakan tajam AYLS naik 34,38 persen ke level 258, KOCI menguat 30,30 persen ke 258, INDS melonjak 25,00 persen ke 555, SOTS naik 25,00 persen ke 5.025, dan SOHO menguat 24,90 persen ke 3.210.
Kenaikan ini mencerminkan rotasi spekulatif yang masih aktif, terutama pada saham-saham lapis bawah dan menengah, dengan pergerakan harga yang agresif.
Di sisi lain, tekanan jual menimpa beberapa saham berikut:
- WEHA turun 13,14 persen ke 152
- ASPR melemah 10,22 persen ke 123
- SKBM turun 9,56 persen ke 615
- NINE terkoreksi 9,52 persen ke 266
- SDMU melemah 9,29 persen ke 127
Koreksi tajam ini menunjukkan adanya realisasi keuntungan yang cukup agresif, terutama pada saham-saham yang sebelumnya sudah mengalami lonjakan cepat.
Ke Mana Arah IHSG Selanjutnya?
Secara teknikal, posisi IHSG di atas 9.000 merupakan sinyal penting. Level ini bukan hanya psikologis, tetapi juga menjadi pivot struktural bagi pergerakan jangka pendek.
Selama IHSG mampu bertahan di atas area 8.980–9.000, struktur naik masih valid. Area ini kini berfungsi sebagai zona penyangga terdekat. Jika tembus ke bawah, pasar berpotensi masuk fase konsolidasi lebih dalam.
Di sisi atas, area 9.040–9.080 menjadi resistensi terdekat. Jika berhasil ditembus dengan volume yang tetap tebal, ruang penguatan akan kembali terbuka, dengan target berikutnya berada di zona psikologis yang lebih tinggi.
Untuk saat ini, pola pergerakan menunjukkan bahwa pasar belum kehilangan tenaga. Namun, mengingat banyak saham sudah bergerak agresif, volatilitas berpotensi meningkat pada sesi kedua.(*)