Logo
>

IHSG Melemah ke 6.971, Deretan 10 Saham Top Loser jadi Penekan Utama

IHSG ditutup melemah ke 6.971 setelah sempat menembus 7.000, tekanan datang dari saham lintas sektor yang masuk daftar top loser.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Melemah ke 6.971, Deretan 10 Saham Top Loser jadi Penekan Utama
IHSG kembali tertekan hingga menyentuh level 6.971. Sepuluh saham menjadi pemberat pergerakan indeks. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini memperlihatkan satu pola yang tidak sepenuhnya melemah, tetapi juga gagal mempertahankan momentum penguatan sejak awal sesi. 

Indeks ditutup turun tipis 18,40 poin atau 0,26 persen ke level 6.971,03, setelah sempat bergerak di atas level psikologis 7.000.

Sejak pembukaan di level 7.001,28, IHSG langsung menguji area resistance intraday dan sempat menyentuh level tertinggi di 7.022,04. Namun dorongan tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual mulai muncul secara bertahap hingga indeks akhirnya turun ke level terendah di 6.942,63 sebelum sedikit pulih menjelang penutupan.

Pola pergerakan ini menunjukkan bahwa area 7.000 masih menjadi zona yang sensitif. Setiap kali indeks mencoba menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan jual langsung meningkat dan mendorong indeks kembali ke bawah. Ini mencerminkan adanya distribusi yang aktif di area atas, bukan sekadar profit taking sesaat.

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat sebesar Rp13,48 triliun dengan volume mencapai 271,55 juta lot dan frekuensi 1,77 juta kali transaksi. Angka ini menunjukkan bahwa likuiditas pasar tetap tinggi, meskipun arah pergerakan indeks cenderung terbatas.

Jika dilihat lebih dalam, aktivitas pada pasar reguler mendominasi dengan nilai transaksi Rp11,79 triliun dari volume 241,96 juta lot. Komposisi ini menandakan bahwa pergerakan indeks sepenuhnya ditentukan oleh transaksi normal pasar, bukan didorong oleh transaksi negosiasi atau crossing dalam jumlah besar.

10 Saham Peringkat Terbawah

Sejumlah saham dari berbagai sektor mencatatkan penurunan signifikan dan menjadi pemberat laju indeks. Di posisi teratas, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) dari sektor properti mengalami koreksi paling dalam setelah turun 3,87 persen ke level 298.

Selanjutnya, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) yang bergerak di sektor energi juga melemah 3,85 persen ke posisi 250. Tekanan serupa turut dialami PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) dari sektor perdagangan yang terkoreksi 3,85 persen ke level 50.

Dari sektor properti, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) turut masuk dalam daftar saham dengan penurunan terdalam setelah turun 3,85 persen ke level 200. Sementara itu, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) dari sektor keuangan tercatat melemah 3,82 persen ke posisi 3.270.

Tekanan juga terlihat pada saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) dari sektor konsumer non-primer yang turun 3,82 persen ke level 302. Kemudian, PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) dari sektor properti ikut terkoreksi 3,82 persen ke posisi 2.770.

Berikutnya, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dari sektor energi mengalami penurunan 3,81 persen ke level 505. Disusul PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) dari sektor industri yang melemah 3,80 persen ke posisi 304.

Sementara itu, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) dari sektor keuangan melengkapi daftar top loser setelah terkoreksi 3,77 persen ke level 51.

Secara keseluruhan, pelemahan saham-saham tersebut mencerminkan masih kuatnya tekanan di pasar, di mana pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dan melakukan aksi profit taking di tengah minimnya sentimen positif yang mampu mengangkat indeks lebih tinggi. Selain itu ada sentimen global karena panasnya konflik Iran, Amerika dan Israel.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79