Logo
>

IHSG Melonjak 1,19 Persen ke 8.310, 10 Saham ini Terperosok ke Zona Merah

IHSG ditutup menguat ke level 8.310 dengan nilai transaksi Rp23,10 triliun, namun sejumlah saham lapis dua dan tiga justru melemah di tengah rotasi dana ke big caps.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Melonjak 1,19 Persen ke 8.310, 10 Saham ini Terperosok ke Zona Merah
IHSG ditutup menguat 1,19 persen ke level 8.310 dengan transaksi Rp23,10 triliun. Meski indeks reli, 10 saham top losers justru melemah akibat rotasi dana ke saham big caps. Foto: Desty Luthfiani/KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat signifikan pada perdagangan hari ini. IHSG melonjak 97,96 poin atau naik 1,19 persen ke level 8.310,23. Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level terendah di 8.227,45 dan tertinggi di 8.308,22. Hal ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi meski ditutup di zona hijau.

Total volume transaksi di seluruh pasar mencapai 510,37 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp23,10 triliun dari 3,15 juta transaksi. Di pasar reguler, volume tercatat 491,72 juta lot dengan nilai Rp21,70 triliun dan frekuensi 3,15 juta kali transaksi.

Kendati IHSG mencatat penguatan solid, sejumlah saham justru bergerak berlawanan arah dan masuk dalam jajaran top losers hari ini. Berdasarkan data perdagangan, berikut 10 saham dengan penurunan terdalam.

PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) yang bergerak di sektor industri barang konsumsi non-primer ditutup di level 78 setelah terkoreksi 2 poin atau turun 2,50 persen dengan nilai transaksi sekitar Rp732,48 juta.

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) yang beroperasi di sektor properti dan konstruksi juga melemah 3 poin atau 2,50 persen ke level 117 dengan nilai transaksi Rp6,68 miliar.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten sektor petrokimia dan industri kimia dasar, terkoreksi cukup dalam. Sahamnya turun 175 poin atau 2,47 persen ke harga 6.900 dengan nilai transaksi mencapai Rp73,06 miliar.

PT Timah Tbk (TINS) dari sektor pertambangan logam dan mineral ikut tertekan 100 poin atau 2,47 persen ke level 3.950 dengan nilai transaksi Rp241,55 miliar.

PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI), emiten sektor perdagangan dan distribusi bahan bangunan, melemah 4 poin atau 2,44 persen ke level 160 dengan nilai transaksi Rp2,25 miliar.

PT Aracord Nusantara Tbk (RONY) yang bergerak di sektor perdagangan dan manufaktur terkoreksi 80 poin atau 2,41 persen ke level 3.240 dengan nilai transaksi Rp129,94 juta.

PT Era Digital Media Tbk (AWAN) dari sektor teknologi dan media digital turun 4 poin atau 2,30 persen ke level 170 dengan nilai transaksi Rp416,35 juta.

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), emiten sektor pertambangan dan jasa energi, terkoreksi 3 poin atau 2,21 persen ke harga 133 dengan nilai transaksi Rp1,80 miliar.

PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang bergerak di sektor makanan dan minuman turun 3 poin atau 2,19 persen ke level 134 dengan nilai transaksi Rp710,50 juta.

PT Logisticsplus International Tbk (LOPI), emiten sektor logistik dan transportasi, ditutup melemah 4 poin atau 2,53 persen ke harga 154 dengan nilai transaksi Rp578,51 juta.

Secara sektoral, pelemahan saham-saham ini menunjukkan penguatan IHSG hari ini lebih banyak ditopang oleh saham berkapitalisasi besar tertentu, sementara saham lapis kedua dan ketiga masih mengalami tekanan jual. Koreksi pada emiten sektor petrokimia, pertambangan, hingga logistik mencerminkan aksi ambil untung setelah reli beberapa hari sebelumnya.

Investor cenderung mengalihkan dana ke saham-saham berkapitalisasi besar yang lebih likuid, sementara saham dengan kapitalisasi lebih kecil rentan terhadap tekanan ketika terjadi perpindahan arus dana.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".