KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan, Senin, 26 Januari 2026, dengan pergerakan terbatas namun cenderung menguat. Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat naik 17,67 poin atau 0,20 persen ke level 8.968,68.
Sejak pembukaan, indeks bergerak di rentang 8.961,94 hingga 8.980,62, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya mereda.
Aktivitas perdagangan pagi ini terpantau cukup aktif dengan total volume transaksi mencapai 10,69 juta lot dan nilai perdagangan sekitar Rp924,71 miliar dari 122.110 transaksi.
Pada sesi reguler, volume tercatat sebanyak 10,60 juta lot dengan nilai transaksi Rp891,10 miliar. Dari sisi investor asing, tercatat aksi beli bersih di seluruh pasar atau net foreign buy all market sebesar Rp759,08 miliar, meskipun pada pasar reguler masih terjadi net foreign sell sebesar Rp116,72 miliar. Sementara itu, pada segmen tunai dan negosiasi, investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp875,80 miliar.
Komposisi transaksi masih didominasi investor domestik dengan porsi sekitar 70,64 persen, sementara investor asing menyumbang 29,36 persen.
Pergerakan saham unggulan cenderung bervariasi. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk di sektor energi dengan kode emiten ADRO tercatat melemah 20 poin atau 0,83 persen ke level 2.380, menambah tekanan pada sektor energi yang pagi ini terkoreksi 0,16 persen. Di sisi lain, sektor infrastruktur menjadi salah satu penopang indeks dengan kenaikan 0,48 persen, disusul sektor kesehatan yang menguat 0,64 persen dan sektor transportasi yang naik 1,02 persen. Sektor barang baku atau basic industry mencatat penguatan paling menonjol dengan kenaikan 2,07 persen, mencerminkan mulai munculnya minat beli pada saham-saham berbasis komoditas dan manufaktur.
Dari jajaran saham top gainers, PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk di sektor properti dengan kode emiten GTRA melonjak 84 poin atau 24,71 persen ke level 424. Saham PT Artha Mahiya Investama Tbk di sektor investasi dengan kode AIMS juga menguat signifikan 200 poin atau 24,54 persen ke level 1.015. Selanjutnya, saham PT Jasnita Telekomindo Tbk di sektor teknologi dengan kode JAST naik 26 poin atau 23,42 persen ke level 137, disusul PT Langgeng Makmur Industri Tbk di sektor barang konsumsi dengan kode LMPI yang naik 44 poin atau 21,78 persen ke level 246. Saham PT Inter-Delta Tbk di sektor industri dengan kode INTD turut menguat 60 poin atau 15,38 persen ke level 450.
Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada saham-saham yang masuk daftar top losers. Saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk di sektor teknologi dengan kode emiten KIOS terkoreksi 20 poin atau 12,12 persen ke level 145. Saham PT Pudjiadi Prestige Tbk di sektor properti dengan kode PUDP melemah 65 poin atau 11,11 persen ke level 520. Tekanan juga terjadi pada saham PT Isra Presisi Indonesia Tbk di sektor industri dengan kode ISAP yang turun 5 poin atau 9,26 persen ke level 49, serta saham PT Sekar Laut Tbk di sektor barang konsumsi dengan kode SKLT yang terkoreksi 26 poin atau 9,03 persen ke level 262. Saham PT Pakuan Tbk di sektor properti dengan kode UANG mencatat pelemahan paling dalam secara nominal, turun 575 poin atau 9,02 persen ke level 5.800.
Secara sektoral, pergerakan IHSG pagi ini menunjukkan rotasi yang cukup jelas. Selain sektor basic industry, sektor siklikal menguat 0,61 persen, sektor properti naik 0,45 persen, dan sektor non-siklikal menguat 0,27 persen. Sementara itu, sektor keuangan masih berada di zona merah dengan koreksi 0,28 persen, seiring investor masih mencermati arah suku bunga dan stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah dinamika global.
Dari sisi teknikal, analis MNC Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam fase rawan koreksi. Dalam riset MNC Daily Scope Wave edisi 26 Januari 2026, IHSG disebut masih berada pada bagian wave iv dari wave 5, sehingga potensi tekanan lanjutan masih perlu diwaspadai. MNCS memperkirakan penguatan IHSG akan cenderung terbatas di rentang 8.960 hingga 8.985, sementara area koreksi berada di kisaran 8.708 hingga 8.790. Adapun level support berada di 8.852 dan 8.816, dengan resistance di 9.039 dan 9.120.(*)