Logo
>

Free Float BFIN Naik Tipis usai Preskom Jual Enam Juta Saham

BFI Finance Indonesia melaporkan perubahan kepemilikan saham pada Mei 2026.

Ditulis oleh Syahrianto
Free Float BFIN Naik Tipis usai Preskom Jual Enam Juta Saham
PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) melaporkan dinamika kepemilikan saham jajaran petingginya sepanjang Mei 2026. (Foto: Dok. BFI Finance)

KABARBURSA.COM – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) melaporkan dinamika kepemilikan saham jajaran petingginya sepanjang Mei 2026. Presiden Komisaris BFIN tercatat melepas jutaan lembar saham perseroan ke pasar. Pada saat bersamaan, Presiden Direktur perusahaan justru memborong saham untuk menambah porsi kepemilikannya.

Corporate Secretary BFI Finance Indonesia, Budi Darwan Munthe, mengonfirmasi perubahan data tersebut melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Ia merinci laporan bulanan registrasi pemegang efek perseroan untuk periode yang berakhir pada 31 Mei 2026. Dokumen tersebut merangkum seluruh pergeseran porsi kepemilikan dari jajaran dewan komisaris hingga direksi.

Budi memastikan manajemen bertanggung jawab penuh atas penyusunan dan penyajian laporan bulanan ini. "Semua informasi dalam laporan telah dimuat secara lengkap dan benar, serta tidak mengandung fakta material yang menyesatkan," ujar Budi dalam keterbukaan informasi, Jumat, 5 Juni 2026.

Berdasarkan laporan tersebut, Presiden Komisaris BFIN Francis Lay Sioe Ho tercatat menjual enam juta lembar saham. Kepemilikan saham Francis menurun dari sebelumnya 318,90 juta lembar menjadi 312,90 juta lembar. Persentase kepemilikan bos pengawas ini otomatis menyusut dari 2,12 persen menjadi 2,08 persen.

Langkah berbeda justru diambil oleh Presiden Direktur BFIN, Sutadi, pada bulan yang sama. Sutadi tercatat memborong satu juta lembar saham BFIN di lantai bursa. Transaksi pembelian ini menambah porsi kepemilikannya dari 21 juta lembar menjadi 22 juta lembar saham.

Persentase kepemilikan saham Sutadi kini naik tipis dari 0,14 persen menjadi 0,15 persen. Sementara itu, jajaran direktur lainnya memilih untuk tidak melakukan transaksi jual beli saham. Kepemilikan Direktur Sudjono tetap bertahan stabil pada angka 35 juta lembar saham atau sekitar 0,23 persen.

Direktur Goklas juga mempertahankan kepemilikannya sebanyak 1,01 juta lembar saham. Hal serupa berlaku bagi Tan Rudy Eddywidjaja dan Iwan yang masing-masing tetap menggenggam 1 juta dan 2 juta lembar saham. 

Jajaran Dewan Komisaris lainnya seperti Kusmayanto Kadiman dan Saurabh N. Agarwal tercatat tidak memiliki saham perseroan sama sekali.

Pemegang saham pengendali BFIN tidak mencatatkan perubahan porsi kepemilikan sedikit pun. Trinugraha Capital & Co SCA tetap menjadi penguasa utama perseroan dengan genggaman 7,68 miliar lembar saham. Entitas bisnis ini menguasai porsi mayoritas mutlak sebesar 51,12 persen dari total saham beredar.

Dokumen bursa juga mengungkap nama-nama besar di balik entitas pengendali tersebut. Konglomerat Garibaldi Thohir dan bankir senior Jerry Ng tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner. Keduanya memegang kendali atas BFI Finance secara tidak langsung melalui bendera Trinugraha Capital & Co SCA.

Di sisi lain, porsi kepemilikan saham oleh publik atau free float mengalami sedikit peningkatan. Saham publik tanpa warkat atau scripless naik tipis dari 44,32 persen menjadi 44,35 persen, setara dengan 6,67 miliar lembar saham. Sementara itu, perseroan masih menyimpan saham tresuri sebanyak 290 juta lembar atau sekitar 1,93 persen.

Budi menegaskan bahwa perhitungan saham free float tersebut telah disajikan secara akurat sesuai aturan bursa. Penghitungan ini telah mengeluarkan secara murni kepemilikan pemegang saham pengendali, afiliasi, serta porsi milik komisaris dan direksi. Perusahaan menyerahkan keakuratan data klasifikasi investor ini kepada masing-masing pemegang rekening kustodian.

Dinamika kepemilikan saham internal ini ternyata diiringi dengan penurunan jumlah pemegang saham publik secara keseluruhan. Total investor yang mengoleksi saham BFIN berkurang sebanyak 726 pihak sepanjang bulan Mei 2026.

Jumlah pemegang saham perseroan kini tersisa sebanyak 11.331 pihak dari sebelumnya mencapai 12.057 pihak.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.