KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak melemah setelah Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat, 30 Januari 2026. Pada perdagangan pagi ini pukul 09.31 WIB, IHSG tercatat turun 4,92 poin atau melemah 0,06 persen ke level 8.227,28.
Tekanan terhadap IHSG terjadi tidak lama setelah pernyataan resmi pengunduran diri disampaikan ke publik.
Secara intraday, IHSG sempat dibuka menguat di level 8.308,72 dan mencetak level tertinggi di posisi 8.408,30. Namun, tekanan jual kembali meningkat hingga mendorong indeks turun ke level terendah hariannya di 8.224,05 sebelum akhirnya bertahan di zona merah.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Hingga sesi pagi, total volume transaksi di seluruh pasar mencapai 128,99 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp8,63 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 890.690 kali.
Di pasar reguler, volume perdagangan tercatat sebanyak 128,10 juta lot dengan nilai transaksi Rp8,39 triliun dan frekuensi mencapai 890.650 kali transaksi.
IHSG sempat turun 8 persen pada Rabu, 28 Januari 2026 kemarin. Sehingga otomatis Bursa Efek Indonesia menerapkan penghentian sementara atau trading halt pada pukul 13.43 hingga 14.13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) di level 8.261. Kemudian BEI kembali memberlakukan trading halt pagi ini, sekitar 30 menit setelah pasar sesi I dibuka lantaran IHSG turun lagi 8 persen di level 7.654. Penghentian sementara dilakukan pada pukul 09.26 hingga 09.56 JAST.
Pengunduran diri Direktur Utama BEI diumumkan sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal yang mengalami tekanan tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan. Langkah tersebut menjadi perhatian serius pelaku pasar karena dinilai berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas otoritas bursa dalam jangka pendek.
“Kondisi pasar kita dua hari terkahir.. walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik. Saya ingin menyampaikan pernyataan dan ini tidak ada tanya jawab, bahwa saya sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” kata Iman kepada awak media di ruang media Gedung BEI, Jakarta.
Iman juga menegaskan, akan ada sementara pelaksana tugas (PLT) untuk menggantikan Direktur Utama beberapa waktu ini, sampai lembaga regulator mandiri (SRO) dan pemegang saham BEI melakukan penunjukkan definitif BEI yang baru.
“Terima kasih kerja sama selama ini, saya apresiasi hampir 4 tahun kita sama-sama,” ujar Iman.
Diketahui Iman diangkat menjadi Dirut BEI pada 29 Juni 2022 dan habis masa jabatannya pada 2026 ini.
Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 58/POJK.04/2016, masa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) ditetapkan selama empat tahun sejak tanggal pengangkatan dan dapat diangkat kembali untuk periode berikutnya sesuai ketentuan. Direksi BEI periode 2022–2026 diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 2022, setelah terlebih dahulu memperoleh persetujuan OJK.
Masa jabatan Direksi BEI saat ini akan berakhir pada 2026, sehingga proses penjaringan dan pencalonan direksi baru maupun pengangkatan kembali direksi lama harus mengacu pada ketentuan POJK tersebut, termasuk persyaratan integritas, kompetensi, independensi, serta reputasi keuangan.
Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) masa jabatan 2022–2026 terdiri atas Direktur Utama Iman Rachman, serta enam direktur lainnya yaitu I Gede Nyoman Yetna (Direktur Penilaian Perusahaan), Irvan Susandy (Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa), Kristian Sihar Manullang (Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan), Sunandar (Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko), Jeffrey Hendrik (Direktur Pengembangan), dan Risa Effennita Rustam (Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia).(*)